Bandar Lampung (Lampost.co)– Teori linguistik yang kerap dianggap rumit dan “berat” di tangan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia justru tampil segar dan komunikatif. Lewat ajang EXPO Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026, mahasiswa menyajikan karya bertajuk Poster Design for Linguistics Study yang sukses mencuri perhatian pengunjung.
Produk kreatif ini merupakan luaran dari mata kuliah An Introduction to General Linguistics yang diikuti mahasiswa Program Studi Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris. Konsep-konsep dasar kebahasaan seperti fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, hingga pragmatik disulap menjadi poster visual yang ringkas, padat, dan mudah dipahami lintas kalangan.
Baca juga: Teknik Sipil Teknokrat Perkenalkan Maket Lapisan Tanah dan Proses Hidrologi
Tak sekadar menempel teori di atas kertas, mahasiswa ditantang mengemas konsep abstrak menjadi media visual edukatif yang aplikatif. Hasilnya, stan linguistik di EXPO dipadati pengunjung yang penasaran bagaimana ilmu bahasa bisa tampil seatraktif itu.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Laila Ulsi Qodriani, M.A., menekankan bahwa pendekatan ini dirancang agar mahasiswa tak berhenti pada hafalan konsep. “Mahasiswa harus mampu menyederhanakan teori ilmiah menjadi media yang komunikatif. Di situlah proses berpikir kritis dan kreatif terasah,” ujarnya.
Ketua Program Studi Sastra Inggris, Suprayogi, M.Hum., menilai inovasi ini mendorong mahasiswa berpikir sistematis sekaligus kreatif. Menurutnya, fondasi linguistik yang kuat menjadi bekal penting dalam menganalisis bahasa dan teks sastra secara ilmiah.
Hal senada disampaikan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Afrianto, M.Hum. Ia menegaskan, poster linguistik memiliki nilai pedagogis yang tinggi. “Calon guru bahasa Inggris harus mampu mengemas materi kompleks menjadi pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami siswa. Produk ini melatih kemampuan analitis sekaligus komunikasi visual mahasiswa,” jelasnya.
Salah satu peserta EXPO, Muhammad Adam Ramadhan, mengaku proses pembuatan poster menjadi pengalaman belajar yang berbeda. “Kami jadi benar-benar memahami materi karena harus menyederhanakan konsep rumit ke dalam visual. Ini bukan sekadar menghafal, tapi memahami secara utuh,” ungkapnya antusias.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., menyampaikan apresiasinya atas inovasi pembelajaran tersebut. Ia menilai karya mahasiswa ini menjadi bukti bahwa transformasi pembelajaran berbasis proyek di kampus berjalan efektif.
“EXPO ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknokrat tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga unggul dalam kreativitas dan daya saing. Inilah wujud pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan era digital—ilmiah, komunikatif, dan berdampak,” tegasnya.
Melalui perancangan poster, mahasiswa dilatih mengintegrasikan literasi akademik, literasi visual, dan kemampuan analisis bahasa. Mereka belajar memilah konsep inti, menyusun informasi secara hierarkis, hingga mengaitkan teori dengan praktik kebahasaan sehari-hari.
Partisipasi Poster Design for Linguistics Study dalam EXPO 2025 menjadi bukti bahwa linguistik bukan lagi sekadar kajian teoritis di ruang kelas. Di tangan mahasiswa Teknokrat, linguistik menjelma karya visual edukatif yang inspiratif, siap menjadi media pembelajaran sekaligus memperkuat portofolio akademik kampus.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia kampus terbaik di Lampung mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










