{"id":2548,"date":"2026-04-30T17:12:30","date_gmt":"2026-04-30T17:12:30","guid":{"rendered":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/?p=2548"},"modified":"2026-04-30T17:12:30","modified_gmt":"2026-04-30T17:12:30","slug":"pentingnya-kolaborasi-akademisi-dan-asosiasi-tenaga-ahli-dalam-penyusunan-masterplan-pengendalian-banjir-kota-bandar-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/2026\/04\/30\/pentingnya-kolaborasi-akademisi-dan-asosiasi-tenaga-ahli-dalam-penyusunan-masterplan-pengendalian-banjir-kota-bandar-lampung\/","title":{"rendered":"Pentingnya Kolaborasi Akademisi dan Asosiasi Tenaga Ahli Dalam Penyusunan Masterplan Pengendalian Banjir Kota Bandar Lampung"},"content":{"rendered":"<p>BANJIR merupakan peristiwa alam yang dalam banyak hal mendatangkan kerugian dan dampak di masyarakat dan alam itu sendiri, bahkan dalam skala tertentu, banjir mampu melumpuhkan aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat sebuah Kota.<\/p>\n<p>Berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air, dinyatakan bahwa daya air adalah potensi yang terkandung dalam air dan\/atau pada sumber air yang dapat memberikan manfaat ataupun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan Manusia serta lingkungannya. Sedangkan di dalam buku berjudul <em>Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Wilayah Sungai<\/em> karangan Lilik Ariyanto, tahun 2021, menyebutkan bahwa penataan ruang yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air bertujuan untuk memberikan akses secara adil kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan air agar dapat berperikehidupan yang sehat, bersih dan produktif. Sistem jaringan sumber daya air tersebut meliputi: sungai dan embung, sistem jaringan air baku untuk air bersih; dan sistem pengendalian banjir.<\/p>\n<p>Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kota besar di Sumatra yang posisinya sangat strategis sebagai pusat perekonomian dan perdagangan yang menghubungkan Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Kegiatan masyarakat di Kota Bandar Lampung sangat bergantung pada jaminan keamanan, kelancaran dan kenyamanan dalam melaksanakan aktivitas perekonomian, sosial, dan pendidikan. Salah satu unsur pendukung keamanan, kelancaran dan kenyamanan tersebut adalah situasi dan kondisi daerah yang bebas banjir dan kemacetan akibat banjir di seluruh wilayah kota dan permukiman.<\/p>\n<p>Kota Bandar Lampung secara hidrologis memiliki potensi ancaman daya rusak air berupa banjir akibat luapan sungai maupun tata kelola sistem drainase yang belum optimal di sebagian besar wilayah Kota Bandar Lampung. Sejak awal tahun 2026, menurut BPBD, tercatat 51 kali kejadian banjir sepanjang bulan Januari 2026, 7 kejadian banjir di bulan Februari, 2 kejadian banjir di bulan Maret dan terakhir pada awal April dan hari ini di tanggal 14 April 2026 banjir kembali terjadi hampir di sebagian besar wilayah kecamatan di Kota Bandar Lampung setelah diguyur hujan sejak pukul 17.30\u201321.00 WIB dengan intensitas yang cukup tinggi disertai petir dan gemuruh.<\/p>\n<p>Kejadian banjir di Kota Bandar Lampung seolah-olah terus berulang setiap hujan dengan intensitas tinggi turun dalam durasi lebih dari satu jam. Hal ini tampak dari data dan laporan yang dimuat media-media pemberitaan setiap setelah terjadi hujan di Kota Bandar Lampung. Hal ini juga menjadi perhatian serius seluruh kalangan masyarakat dan institusi pemerintah maupun komunitas-komunitas sosial dan asosiasi profesi yang peduli dengan situasi dan kondisi Kota Bandar Lampung.<\/p>\n<p>Di Kota Bandar Lampung memiliki beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki konsentrasi pada bidang perencanaan, perancangan dan kajian mendalam terhadap infrastruktur termasuk pengelolaan dan pengendalian banjir di Kota Bandar Lampung yang masuk lingkup program studi teknik sipil.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/teknokrat.ac.id\/\">Universitas Teknokrat Indonesia (UTI)<\/a>, kampus terbaik di Lampung, merupakan salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung yang memiliki program studi S1 Teknik Sipil dengan ketersediaan tim dosen yang terlibat aktif dalam membantu dan berkolaborasi dengan Asosiasi profesi, kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah dalam upaya perencanaan dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir. Beberapa dosen dari Universitas Teknokrat Indonesia sering berkolaborasi sebagai narasumber dan tenaga ahli kajian dan perencanaan pengelolaan sumber daya air yang dilaksanakan kementerian, BUMN, dinas provinsi dan kabupaten\/kota, salah satunya adalah Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., I.P.M., ASEAN Eng. yang juga sebagai ketua Program Studi S1 Teknik Sipil.<\/p>\n<p>Salah satu kolaborasi yang dilakukan dosen Universitas Teknokrat Indonesia adalah asosiasi profesi yang memiliki kepedulian terhadap peristiwa banjir di Kota Bandar Lampung adalah Pertahkindo (Perkumpulan Tenaga Ahli Konsultan Indonesia). Asosiasi profesi ini merupakan kumpulan dari para tenaga ahli yang memiliki kepakaran di berbagai bidang infrastruktur termasuk perencanaan, pengawasan, dan kajian terkait banjir di perkotaan.<\/p>\n<p>Melalui kolaborasi antara dosen Universitas Teknokrat Indonesia dan asosiasi profesi, diharapkan kajian yang akan dilaksanakan terkait pengelolaan banjir di Kota Bandar Lampung dapat menghasilkan luaran yang tepat sasaran, akurat, dan bermanfaat untuk masyarakat di Kota Bandar Lampung.<\/p>\n<p>Pengelolaan banjir di Kota Bandar Lampung dapat diawali dengan bagaimana menyusun masterplan yang mencakup berbagai rencana dan tindak lanjut pengelolaan dan pengendalian banjir yang meliputi seluruh wilayah Kota Bandar Lampung dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, serta bagaimana standar operasional prosedur (SOP) ditetapkan dan diterapkan seluruh pihak terkait.<\/p>\n<p>Di Kota Bandar Lampung terdapat jaringan sistem sungai yang terdiri dari Sungai Way Kuala, Way Kuripan, Way Awi, Way Penengahan, Way Simpur, Way Galih, Way Kupang, Way Lunik, Way Kunyit, Way Kedamaian, Way Kemiling, Way Halim, Way Langkapura, Way Sukamaju, Way Keteguhan, Way Simpang Kanan, Way Simpang Kiri, dan Way Betung yang secara hidrologis masuk wilayah Sungai Seputih-Sekampung yang merupakan wilayah sungai strategis nasional. Sebagai satu sistem tata Kelola air, maka untuk dapat merencanakan dan melaksanakan pendekatan infrastruktur diperlukan kajian masterplan yang akan menetapkan skala prioritas terhadap sungai-sungai yang akan dilakukan penanganan teknis dan sosial lebih dahulu, sehingga secara bertahap seluruh sungai yang ada di Kota Bandar Lampung dapat tertata sesuai dengan standar teknis yang berlaku terhadap pengelolaan sebuah sungai.<\/p>\n<p>Selain kolaborasi para tenaga ahli yang benar-benar memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup dalam kajian perencanaan banjir, diperlukan juga dukungan seluruh <em>stakeholder<\/em> terkait yang berasal dari segenap lapisan masyarakat dan pengambil kebijakan di setiap daerah di wilayah Kota Bandar Lampung, untuk bersama-sama berpikir, berbuat, dan bertindak secara cepat, akurat, dan bijaksana dalam upaya penanganan dan pengelolaan banjir di Kota Bandar Lampung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJIR merupakan peristiwa alam yang dalam banyak hal mendatangkan kerugian dan dampak di masyarakat dan alam itu sendiri, bahkan dalam skala tertentu, banjir mampu melumpuhkan aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat sebuah Kota. Berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air, dinyatakan bahwa daya air adalah potensi yang terkandung dalam air dan\/atau pada sumber [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":2549,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"5","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":"Oleh: Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., I.P.M., ASEAN Eng.\u2013Dosen Prodi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia"},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[5,628,981],"tags":[1148,1150,276,1151,1149,1001,44],"class_list":["post-2548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-humaniora","category-opini","tag-bandar-lampung-bebas-banjir","tag-kajian-banjir","tag-kampus-juara","tag-pertahkindo","tag-tata-ruang-kota","tag-teknik-sipil-teknokrat","tag-universitas-teknokrat-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2548"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2550,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2548\/revisions\/2550"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/teknokrat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}