Bandar Lampung (Lampost.co)– Dosen sejarah UIN Raden Intan Lampung, Abd Rahman Hamid, kembali menghadirkan karya intelektual terbarunya berjudul Historia Magistra Vitae: Merawat Bangsa Mengajarkan Sejarah. Buku tersebut resmi diluncurkan secara daring, Senin (11/3/2026).
Peluncuran buku ini digelar oleh Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Sumatera Utara bekerja sama dengan Pustaka Larasan, dan diikuti akademisi serta pegiat sejarah dari berbagai daerah.
Baca juga: Tekan Revisi Anggaran, UIN RIL Perkuat Perencanaan dan Sinkronisasi Sistem
Sejumlah pakar turut hadir sebagai pembahas, di antaranya Budi Agustono, Teuku Kemal Fasya, serta Indah Wahyu Puji Utami. Diskusi berlangsung dinamis dengan menyoroti relevansi sejarah dalam kehidupan bangsa saat ini.
Buku ini menjadi kelanjutan produktivitas akademik Hamid setelah sebelumnya menerbitkan Makassar Mendunia, yang telah didiskusikan di berbagai kampus ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, hingga UIN Alauddin Makassar.

Dalam karya terbarunya, Hamid mengupas beragam isu kebangsaan, mulai dari peran generasi muda, dinamika Pancasila, makna kemerdekaan, hingga perkembangan kebudayaan dan kemaritiman Indonesia.
Ia menegaskan, sejarah tidak sekadar berbicara tentang masa lalu, tetapi menjadi sumber inspirasi untuk masa kini dan masa depan.
“Sejarah adalah guru kehidupan. Tidak ada peristiwa yang terjadi tanpa sebab, dan di situlah kita belajar untuk melangkah ke depan,” ujarnya.
Melalui buku ini, Hamid mengajak pembaca memahami perjalanan bangsa secara reflektif dan kritis, sekaligus menumbuhkan kesadaran kebangsaan di tengah tantangan zaman.
Peluncuran buku ini mendapat apresiasi luas dari kalangan akademisi. Kegiatan berlangsung lancar dan menunjukkan antusiasme tinggi, menandakan bahwa literasi sejarah tetap memiliki tempat penting dalam membangun karakter dan identitas bangsa.






