{"id":1294,"date":"2020-04-03T06:16:46","date_gmt":"2020-04-03T06:16:46","guid":{"rendered":"http:\/\/microsite.lampost.co\/universitaslampung\/?p=1294"},"modified":"2020-04-03T06:16:46","modified_gmt":"2020-04-03T06:16:46","slug":"mahasiswa-kimia-peduli-kembali-bagikan-hand-sanitizer-gratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/2020\/04\/03\/mahasiswa-kimia-peduli-kembali-bagikan-hand-sanitizer-gratis\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Kimia Peduli Kembali Bagikan Hand Sanitizer Gratis"},"content":{"rendered":"<p>\t\t\t\t<strong>BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) &#8212;<\/strong> Mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Lampung (<a href=\"http:\/\/unila.ac.id\/\">Unila<\/a>) yang tergabung dalam Tim Kimia Peduli kembali membagikan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.unila.ac.id\/mahasiswa-kimia-peduli-kembali-bagikan-hand-sanitizer-gratis\/\"><em>hand sanitizer<\/em><\/a>\u00a0atau cairan antiseptik kepada masyarakat Bandarlampung, Jumat (3\/4\/2020).<\/p>\n<p>Ketua Tim Kimia Peduli Afdahul mengatakan, pembagian\u00a0<em>hand sanitizer<\/em>\u00a0hari ini merupakan lanjutan agenda serupa yang telah digelar sebelumnya, Senin (23\/3\/2020).<\/p>\n<p>Di tahap kedua ini, Tim Kimia Peduli memroduksi sebanyak 252 liter\u00a0<em>hand sanitizer<\/em>\u00a0yang akan dibagikan gratis kepada masyarakat umum khususnya tenaga medis, masyarakat yang berada di area publik seperti stasiun, terminal, fasilitas kesehatan, dan SPBU.<\/p>\n<p>\u201cUntuk kegiatan donasi yang dilaksanakan di SPBU, alhamdulillah sudah dilaksanakan Kamis kemarin di beberapa daerah seperti Rajabasa, Wayhalim, Sukarame, Kedaton, Kemiling, dan Tanjungkarang. Ada sekitar 30 SPBU yang kami donasikan\u00a0<em>hand sanitizer,<\/em>\u201d kata Afdahul.<\/p>\n<p>Mahasiswa Jurusan Kimia angkatan 2016 ini menambahkan, setiap SPBU mendapat bantuan sebanyak 1 botol\u00a0<em>hand sanitizer<\/em>\u00a0ukuran 600ml dan 3 botol berukuran 60ml. \u201cUntuk fasilitas kesehatan, kami masih menunggu arahan dari dosen soal teknisnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Masih sama dengan mekanisme pembagian di tahap awal, lanjut dia, tahap dua juga melalui dua cara penyaluran. Yakni melalui pemberian paket botol atau warga yang membutuhkan langsung mendatangi\u00a0<em>stand refill<\/em>\u00a0di Fakultas MIPA Unila.<\/p>\n<p>\u201cUntuk stok di area\u00a0<em>stand refill<\/em>, jumlahnya 50 liter. Kalau untuk didonasikan dalam bentuk paket botol itu ada 3, ukuran 30, 40, dan 60 mili, jumlahnya sekitar 900 botol,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pembagian paket botol dilakukan di sekitaran Unila, Kemiling, Rajabasa, Sukarame, Telukbetung, Tanjungkarang, dan daerah lainnya di Kota Bandarlampung.<\/p>\n<p>Meski sempat terkendala mendapatkan bahan baku pembuatan\u00a0<em>hand sanitizer,\u00a0<\/em>Afdahul merasa bersyukur karena kegiatan ini dapat berjalan lancar. Berkat dukungan masyarakat umum yang notabene dari berbagai kalangan terus mengalirkan donasinya sejak 16 Maret hingga sekarang.<\/p>\n<p>Atas terselenggaranya kegiatan sosial tahap kedua ini Afhadul berharap, masyarakat tetap menjaga kesehatan. Pembagian\u00a0<em>hand sanitizer<\/em>\u00a0sendiri dikhususkan bagi orang-orang yang masih aktif di tempat umum. Maka alangkah baiknya warga sekitar yang masih berada dalam rumah, tetap menjaga kesehatan dengan selalu bersih-bersih.<\/p>\n<p>\u201cMudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat dan menyadarkan orang-orang terkait pentingnya saling peduli satu sama lain,\u201d imbuhnya.\t\t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) &#8212; Mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Lampung (Unila) yang tergabung dalam Tim Kimia Peduli kembali membagikan\u00a0hand sanitizer\u00a0atau cairan antiseptik kepada masyarakat Bandarlampung, Jumat (3\/4\/2020). Ketua Tim Kimia Peduli Afdahul mengatakan, pembagian\u00a0hand sanitizer\u00a0hari ini merupakan lanjutan agenda serupa yang telah digelar sebelumnya, Senin (23\/3\/2020). Di tahap kedua ini, Tim Kimia Peduli memroduksi sebanyak 252 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1295,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[],"class_list":["post-1294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1294"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1294\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampost.co\/microweb\/universitaslampung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}