Jakarta (Lampost.co) — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan pemadaman listrik bergilir masih terjadi di empat kabupaten di Aceh. Kondisi tersebut berlangsung pascabencana banjir bandang yang merusak infrastruktur kelistrikan.
Poin Penting:
-
Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di empat kabupaten Aceh.
-
Infrastruktur PLN rusak akibat banjir bandang.
-
Tingkat kelistrikan masih di bawah 50 persen.
Empat kabupaten terdampak meliputi Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo, dan Aceh Tengah. Hingga kini, pemulihan pasokan listrik di wilayah tersebut belum sepenuhnya normal.
Menurut Bahlil, pemadaman listrik bergilir di Aceh terjadi akibat kerusakan berat jaringan kelistrikan. Selain itu, kondisi alam yang belum stabil turut menghambat perbaikan.
Baca juga: 81 Persen Jalan Nasional di Sumatra Pascabencana Sudah Pulih
Ia juga menjelaskan sejumlah jalan, menara, dan jaringan listrik milik PLN rusak akibat terjangan banjir bandang. Karena itu, belum dapat melakukan pembangunan kembali secara optimal. “Masih ada pemadaman bergilir karena infrastruktur, jalan, dan tower listrik PLN belum bisa dibangun,” kata Bahlil.
Selain itu, Bahlil menyebut sebagian tower listrik yang sempat terbangun kembali roboh. Tower tersebut kembali jatuh akibat derasnya arus air. “Ada yang sudah terbangun, tetapi tower kembali jatuh karena terbawa arus air,” ujarnya.
Bahlil menyampaikan hal itu dalam konferensi pers Kesiapan Sektor ESDM Menghadapi Periode Nataru 2025/2026. Acara tersebut berlangsung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025.
Masih di Bawah 50 Persen
Bahlil juga mengungkapkan tingkat kelistrikan di empat kabupaten Aceh masih di bawah 50 persen. Kondisi ini menunjukkan pemulihan listrik belum berjalan maksimal.
Ia menegaskan keterbatasan pasokan listrik karena infrastruktur tegangan rendah yang belum selesai perbaikan. Selain itu, akses menuju lokasi perbaikan masih terbatas dan sejumlah wilayah lainnya masih terendam banjir.
Menurut Bahlil, memaksakan penyalaan listrik justru berisiko karena dapat membahayakan keselamatan masyarakat setempat. “Kalaupun memaksakan menghidupkan, itu bisa berdampak pada keselamatan saudara-saudara kita di sana,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan jaringan listrik Aceh dengan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah bekerja sama dengan PLN, Kementerian ESDM, TNI, Polri, dan masyarakat.
Bahlil juga menekankan pentingnya sinergi dalam percepatan pemulihan listrik pascabencana. Karena itu, seluruh unsur bergerak bersama.
Namun, ia mengakui kondisi alam masih menjadi tantangan utama. Cuaca ekstrem dan sisa banjir memperlambat pekerjaan teknis.
Meski menghadapi kendala, Bahlil memastikan sebagian besar wilayah Aceh telah kembali normal. Pemulihan signifikan terjadi di wilayah perkotaan. “Banda Aceh semalam, alhamdulillah, sudah normal seperti sebelum bencana,” ujar Bahlil.
Ia menambahkan seluruh daya listrik 120 megawatt telah menyala kembali. Dengan demikian, pemerintah memprioritaskan pemulihan listrik di wilayah terparah.








