• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 19:14
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Nasional

Banjir dan Longsor Sumatra Bukan Semata Cuaca Ekstrem

Merujuk laporan lembaga lingkungan, Usman menjelaskan, wilayah terdampak banjir dan longsor telah mengalami tekanan berlebihan dari aktivitas industri.

NurbyNur
02/12/25 - 20:45
in Nasional, Peristiwa
A A
Sampah kayu Gelondongan Warga mengamati sampah kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/agr/am.

Sampah kayu Gelondongan Warga mengamati sampah kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/agr/am.

Aceh (Lampost.co)— Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai bencana banjir dan longsor di Sumatra yang telah merenggut lebih dari 600 jiwa bukan sekadar akibat cuaca ekstrem, melainkan kegagalan pemerintah mengendalikan kerusakan ekologis.

Ia menegaskan, situasi ini merupakan dampak langsung dari praktik industri ekstraktif yang terus meluas tanpa pengawasan ketat.

“Kami berbelasungkawa sedalam-dalamnya bagi korban banjir Sumatra. Ini jelas bencana ekologis akibat kebijakan industri ekstraktif pemerintah sendiri.

Baca juag: Walhi Sebut Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra Bukan Sekadar Hujan

Pemerintah harus berhenti menyalahkan cuaca ekstrim sebagai penyebab banjir dan longsor. Faktanya deforestasi di wilayah Sumatra memang tinggi,” ujar Usman, Selasa (2/12).

Merujuk laporan lembaga lingkungan, Usman menjelaskan, wilayah terdampak banjir dan longsor telah mengalami tekanan berlebihan dari aktivitas industri.

Izin Tambang

WALHI mencatat adanya 631 perusahaan pemegang izin tambang, perkebunan sawit, PBPH, hingga proyek energi di tiga provinsi yang kini porak-poranda.

Amnesty sendiri, dalam laporannya pada 2016, menemukan perluasan perkebunan sawit dilakukan dengan menggunduli hutan dan memicu kerusakan habitat satwa penting seperti orangutan dan harimau Sumatra.

Ia mendesak pemerintah menetapkan status darurat nasional agar upaya penyelamatan lebih maksimal. “Kami mempertanyakan keengganan menerapkan status darurat. Apa karena takut asing seperti retorika selama ini?” kata Usman.

Pihaknya  menekankan bahwa sikap anti-asing yang digunakan pemerintah sering kali menutupi keterlibatan pihak luar dalam proyek yang memperburuk kondisi ekologis di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, asing yang harus di takuti adalah asing yang merusak hutan. Bukan asing yang justru ingin menolong manusia
Usman menekankan, tragedi ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan negara harus selaras dengan prinsip HAM dan perlindungan lingkungan hidup.

Ia menilai peringatan para pemerhati lingkungan telah lama diabaikan, terutama terkait meningkatnya bahaya deforestasi.

Bencana Besar

Ia juga menyatakan bencana besar ini tidak lepas dari krisis iklim yang dipicu manusia. Masyarakat terdampak justru tidak berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca.

Namun menjadi pihak yang harus membayar mahal lambatnya upaya mitigasi perubahan iklim. Situasi ini, jelasnya, membutuhkan peta jalan keadilan iklim yang mengedepankan hak asasi manusia.

“Indonesia harus menghentikan pembabatan hutan. Legal atau ilegal hanya status formal yang tidak boleh mengabaikan pembabatan hutan, hak asasi manusia, dan juga hak hidup para satwa Indonesia yang indah dan beraneka ragam,” tutur Usman.

Data resmi menunjukkan skala kerusakan dan dampaknya sangat luas. BNPB melaporkan korban meninggal mencapai 604 orang hingga 1 Desember 2025. Sementara itu, Celios mencatat kerugian ekonomi akibat bencana ekologis di Sumatra mencapai Rp68,6 triliun.

Tragedi ini, menurut Usman, harus menjadi titik balik bagi negara dalam menata ulang kebijakan lingkungan, menghentikan praktik destruktif, dan memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Tags: BANJIRbanjir SumatraBNPBcuaca ekstremtanah longsor
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

BGN Siap Buka Rekrutmen PPPK Tahap 3 dan 4 Tahun 2026, Sediakan 32.460 Formasi

Puluhan Ribu Formasi PPPK BGN Akan Dibuka, Ini Informasinya

byNur
25/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--— Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 3 dan 4 pada...

Lemkari Lampung Koleksi 8 Emas di Kejurda Karate Gubernur Cup V  

Lemkari Lampung Koleksi 8 Emas di Kejurda Karate Gubernur Cup V  

byMustaan
25/01/2026

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) — Perguruan Lemkari Lampung terus menunjukkan dominasinya pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Gubernur Cup V Lampung. Hingga...

ilustrasi kecelakaan

Dua Anggota Polres Cimahi Gugur Saat Bertugas di Lokasi Bencana Cisarua

byNur
25/01/2026

Jakarta (Lampost.co)---– Duka mendalam menyelimuti jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat. Dua anggota Polres Cimahi gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan dalam...

Berita Terbaru

Warga Sambut Positif Delapan Desa di Jati Agung Bergabung ke Bandar Lampung
Lampung

Warga Sambut Positif Delapan Desa di Jati Agung Bergabung ke Bandar Lampung

byRicky Marlyand1 others
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rencana bergabungnya delapan desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan ke wilayah administratif Kota Bandar...

Read moreDetails
Integrasi Delapan Desa di Jati Agung ke Bandar Lampung Jadi Magnet Baru Investasi Properti

Integrasi Delapan Desa di Jati Agung ke Bandar Lampung Jadi Magnet Baru Investasi Properti

26/01/2026
Delapan Desa di Kecamatan Jati Agung Masuk Kota Bandar Lampung

Delapan Desa di Kecamatan Jati Agung Masuk Kota Bandar Lampung

26/01/2026
Harga komponen PC 2026

Update Harga Komponen PC Januari 2026: Krisis Memori Global Picu Lonjakan Harga RAM Hingga 500 Persen

26/01/2026
Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami

Serukan Kewaspadaan Rabies, Kemenkes Tekankan Cuci Luka 15 Menit

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.