• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 28/03/2026 07:43
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nasional

Game Online Jadi Gerbang Baru Radikalisasi Digital Anak

Temuan BNPT sepanjang 2025 memperlihatkan bahwa ancaman radikalisme telah bertransformasi mengikuti pola konsumsi digital anak-anak.

Denny ZYbyDenny ZY
04/01/26 - 09:19
in Nasional, Teknologi
A A
radikalisasi anak game online

Ilustrasi(Freepik)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Ruang digital yang selama ini dianggap aman sebagai sarana hiburan kini menyimpan ancaman serius. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendeteksi 21.199 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme sepanjang tahun 2025, dengan temuan paling mengkhawatirkan: 112 anak di 26 provinsi teradikalisasi melalui game online dan media sosial.

Data tersebut menandai pergeseran pola penyebaran paham ekstrem. Jika sebelumnya radikalisasi identik dengan forum tertutup atau pengajian ilegal, kini proses itu justru menyusup melalui interaksi sosial di platform digital, termasuk game online yang setiap hari diakses anak dan remaja.

Dari Hiburan ke Ruang Sosialisasi Berisiko

Game online tidak lagi sekadar medium bermain. Dalam ekosistem digital modern, game telah berkembang menjadi ruang sosial aktif dengan fitur chat, voice communication, guild, hingga koneksi lintas platform seperti Discord dan forum komunitas.

Di ruang inilah proses radikalisasi baru bekerja. Anak-anak tidak langsung disuguhi doktrin keras, melainkan diajak berinteraksi, membangun kedekatan, dan perlahan diarahkan pada narasi tertentu. Proses ini berlangsung halus dan sering kali tidak disadari, baik oleh anak maupun orang tua.

BNPT mencatat bahwa radikalisasi kini banyak terjadi melalui paparan berulang di ruang digital, sebuah fenomena yang dikenal sebagai self-radicalization. Proses ini membuat individu terpapar ideologi ekstrem tanpa harus bertemu langsung dengan jaringan teror.

Media Sosial dan Game Jadi Kanal Utama

Sepanjang 2025, Satgas Kontra Radikalisasi BNPT menemukan 21.199 konten radikal online yang tersebar di berbagai platform digital. Temuan terbanyak berada di platform Meta dengan 14.314 konten, disusul TikTok sebanyak 1.367 konten, dan X dengan 1.220 konten.

Meski tidak disebutkan secara spesifik platform game tertentu, BNPT menegaskan bahwa game online dan media sosial menjadi medium yang saling terhubung. Konten radikal bisa bermula dari media sosial, lalu berlanjut ke ruang komunikasi dalam game, atau sebaliknya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa batas antara hiburan, media sosial, dan ruang ideologis semakin kabur di era teknologi digital.

Radikalisasi Anak Terjadi Tanpa Jaringan Fisik

Selain konten, BNPT juga mengidentifikasi 137 pelaku aktif yang menyalahgunakan ruang siber untuk aktivitas terorisme. Dari jumlah tersebut, 32 individu teradikalisasi secara daring lalu bergabung dengan jaringan, sementara 17 lainnya melakukan aktivitas terorisme digital tanpa keterkaitan langsung dengan jaringan.

Fenomena ini menegaskan bahwa radikalisasi tidak lagi membutuhkan struktur organisasi yang rapi. Cukup dengan akses internet, algoritma konten, dan interaksi digital, proses pembentukan ideologi ekstrem dapat berlangsung cepat—termasuk pada anak-anak.

Tantangan Baru bagi Orang Tua dan Negara

Masuknya paham radikal ke ruang game online menghadirkan tantangan besar, tidak hanya bagi aparat keamanan, tetapi juga bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan. Selama ini, pengawasan ruang digital anak lebih banyak difokuskan pada media sosial, sementara game sering luput dari perhatian.

Padahal, intensitas interaksi sosial dalam game, ditambah minimnya pengawasan, menjadikannya ruang yang potensial disalahgunakan. BNPT menilai risiko penyalahgunaan ruang digital oleh jaringan teroris dan simpatisannya terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Kolaborasi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Digital

Untuk merespons ancaman tersebut, Satgas Kontra Radikalisasi BNPT yang terdiri dari berbagai lembaga—termasuk BNPT, BIN, BAIS TNI, Komdigi, dan BSSN—terus melakukan pemantauan dan penindakan.

Langkah yang diambil mencakup permintaan pemutusan akses konten melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta pembukaan kanal pelaporan dari masyarakat. Sinergi lintas lembaga ini menjadi kunci dalam menjaga ruang digital tetap aman, terutama bagi generasi muda.

Game Online di Persimpangan Teknologi dan Keamanan

Kasus radikalisasi anak melalui game online menjadi peringatan bahwa teknologi bukan hanya soal inovasi, tetapi juga risiko. Di satu sisi, game adalah industri besar yang mendorong kreativitas dan ekonomi digital. Di sisi lain, tanpa pengawasan dan literasi digital yang memadai, ruang ini dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan ideologi berbahaya.

Temuan BNPT sepanjang 2025 memperlihatkan bahwa ancaman radikalisme telah bertransformasi mengikuti pola konsumsi digital anak-anak. Game online, yang selama ini dianggap aman dan menyenangkan, kini berada di persimpangan antara hiburan dan ancaman keamanan digital.

Tags: BNPTgame onlinekeamanan digitalperlindungan anakradikalisme digital
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Jumat (27/3/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

WFH Jadi Strategi Baru Pemerintah Tekan Dampak Krisis Energi Global

byAdi Sunaryo
27/03/2026

Jakarta (Lampost.co)— Kebijakan work from home (WFH) yang tengah pemerintah siapkan, tidak sekadar menjadi pola kerja baru. Tetapi juga strategi...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Menkeu: WFH Tak Ganggu Produktivitas, Justru Hemat BBM

byAdi Sunaryo
27/03/2026

Jakarta (Lampost.co)— Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi nasional. Bahkan, skema kerja fleksibel ini...

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Pemerintah Finalisasi Kebijakan WFH, Berlaku Usai Lebaran untuk Hemat Energi

byAdi Sunaryo
27/03/2026

Jakarta (Lampost.co)— Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) akan segera ditetapkan pada Maret 2026. Hal ini sebagai langkah strategis...

Berita Terbaru

Gelandang Timnas Italia Sandro Tonali (kiri)
Bola

Sandro Tonali Gemilang, Italia Bungkam Irlandia Utara 2-0 dan Melaju ke Final Play-off

byIsnovan Djamaludin
27/03/2026

Bergamo (Lampost.co)—Tim Nasional Italia menjaga asa untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Irlandia Utara dengan skor...

Read moreDetails
Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe (kanan)

Les Bleus Bungkam Selecao 2-1 meski Main 10 Orang

27/03/2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Jumat (27/3/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

WFH Jadi Strategi Baru Pemerintah Tekan Dampak Krisis Energi Global

27/03/2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Menkeu: WFH Tak Ganggu Produktivitas, Justru Hemat BBM

27/03/2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Pemerintah Finalisasi Kebijakan WFH, Berlaku Usai Lebaran untuk Hemat Energi

27/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.