• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 07/01/2026 23:40
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Nasional

Game Online Jadi Gerbang Baru Radikalisasi Digital Anak

Temuan BNPT sepanjang 2025 memperlihatkan bahwa ancaman radikalisme telah bertransformasi mengikuti pola konsumsi digital anak-anak.

Denny ZYbyDenny ZY
04/01/26 - 09:19
in Nasional, Teknologi
A A
radikalisasi anak game online

Ilustrasi(Freepik)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Ruang digital yang selama ini dianggap aman sebagai sarana hiburan kini menyimpan ancaman serius. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendeteksi 21.199 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme sepanjang tahun 2025, dengan temuan paling mengkhawatirkan: 112 anak di 26 provinsi teradikalisasi melalui game online dan media sosial.

Data tersebut menandai pergeseran pola penyebaran paham ekstrem. Jika sebelumnya radikalisasi identik dengan forum tertutup atau pengajian ilegal, kini proses itu justru menyusup melalui interaksi sosial di platform digital, termasuk game online yang setiap hari diakses anak dan remaja.

Dari Hiburan ke Ruang Sosialisasi Berisiko

Game online tidak lagi sekadar medium bermain. Dalam ekosistem digital modern, game telah berkembang menjadi ruang sosial aktif dengan fitur chat, voice communication, guild, hingga koneksi lintas platform seperti Discord dan forum komunitas.

Di ruang inilah proses radikalisasi baru bekerja. Anak-anak tidak langsung disuguhi doktrin keras, melainkan diajak berinteraksi, membangun kedekatan, dan perlahan diarahkan pada narasi tertentu. Proses ini berlangsung halus dan sering kali tidak disadari, baik oleh anak maupun orang tua.

BNPT mencatat bahwa radikalisasi kini banyak terjadi melalui paparan berulang di ruang digital, sebuah fenomena yang dikenal sebagai self-radicalization. Proses ini membuat individu terpapar ideologi ekstrem tanpa harus bertemu langsung dengan jaringan teror.

Media Sosial dan Game Jadi Kanal Utama

Sepanjang 2025, Satgas Kontra Radikalisasi BNPT menemukan 21.199 konten radikal online yang tersebar di berbagai platform digital. Temuan terbanyak berada di platform Meta dengan 14.314 konten, disusul TikTok sebanyak 1.367 konten, dan X dengan 1.220 konten.

Meski tidak disebutkan secara spesifik platform game tertentu, BNPT menegaskan bahwa game online dan media sosial menjadi medium yang saling terhubung. Konten radikal bisa bermula dari media sosial, lalu berlanjut ke ruang komunikasi dalam game, atau sebaliknya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa batas antara hiburan, media sosial, dan ruang ideologis semakin kabur di era teknologi digital.

Radikalisasi Anak Terjadi Tanpa Jaringan Fisik

Selain konten, BNPT juga mengidentifikasi 137 pelaku aktif yang menyalahgunakan ruang siber untuk aktivitas terorisme. Dari jumlah tersebut, 32 individu teradikalisasi secara daring lalu bergabung dengan jaringan, sementara 17 lainnya melakukan aktivitas terorisme digital tanpa keterkaitan langsung dengan jaringan.

Fenomena ini menegaskan bahwa radikalisasi tidak lagi membutuhkan struktur organisasi yang rapi. Cukup dengan akses internet, algoritma konten, dan interaksi digital, proses pembentukan ideologi ekstrem dapat berlangsung cepat—termasuk pada anak-anak.

Tantangan Baru bagi Orang Tua dan Negara

Masuknya paham radikal ke ruang game online menghadirkan tantangan besar, tidak hanya bagi aparat keamanan, tetapi juga bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan. Selama ini, pengawasan ruang digital anak lebih banyak difokuskan pada media sosial, sementara game sering luput dari perhatian.

Padahal, intensitas interaksi sosial dalam game, ditambah minimnya pengawasan, menjadikannya ruang yang potensial disalahgunakan. BNPT menilai risiko penyalahgunaan ruang digital oleh jaringan teroris dan simpatisannya terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Kolaborasi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Digital

Untuk merespons ancaman tersebut, Satgas Kontra Radikalisasi BNPT yang terdiri dari berbagai lembaga—termasuk BNPT, BIN, BAIS TNI, Komdigi, dan BSSN—terus melakukan pemantauan dan penindakan.

Langkah yang diambil mencakup permintaan pemutusan akses konten melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta pembukaan kanal pelaporan dari masyarakat. Sinergi lintas lembaga ini menjadi kunci dalam menjaga ruang digital tetap aman, terutama bagi generasi muda.

Game Online di Persimpangan Teknologi dan Keamanan

Kasus radikalisasi anak melalui game online menjadi peringatan bahwa teknologi bukan hanya soal inovasi, tetapi juga risiko. Di satu sisi, game adalah industri besar yang mendorong kreativitas dan ekonomi digital. Di sisi lain, tanpa pengawasan dan literasi digital yang memadai, ruang ini dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan ideologi berbahaya.

Temuan BNPT sepanjang 2025 memperlihatkan bahwa ancaman radikalisme telah bertransformasi mengikuti pola konsumsi digital anak-anak. Game online, yang selama ini dianggap aman dan menyenangkan, kini berada di persimpangan antara hiburan dan ancaman keamanan digital.

Tags: BNPTgame onlinekeamanan digitalperlindungan anakradikalisme digital
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi terbaru untuk pasar domestik.

Xiaomi Luncurkan Kendaraan Listrik, Jarak Tempuh Tembus 900 Km

byNur
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampopst.co)-- Produsen teknologi asal China, Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi...

Hasnaeni Ajukan PK Kedua Kasus Korupsi Waskita Beton, Bawa Bukti Chat sebagai Novum

Bawa Bukti Chat, Hasnaeni ‘Wanita Emas’ Ajukan PK Kedua Kasus Korupsi Waskita Beton

byNur
07/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--– Terpidana kasus korupsi dana PT Waskita Beton Precast Tbk, Hasnaeni Moein alias Wanita Emas, kembali menempuh upaya hukum...

Radikalisme

27 Grup Media Sosial Sasar Anak dengan Ideologi Ekstrem

byDelima Napitupulu
07/01/2026

Jakarta (lampost.co)--Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mempublikasikan temuan terkait puluhan grup percakapan daring yang diduga aktif menyebarkan paham ekstrem...

Berita Terbaru

Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi terbaru untuk pasar domestik.
Bandar Lampung

Xiaomi Luncurkan Kendaraan Listrik, Jarak Tempuh Tembus 900 Km

byNur
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampopst.co)-- Produsen teknologi asal China, Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi...

Read moreDetails
Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

07/01/2026
Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

07/01/2026
PSN Jadi Kunci Sukses Bandar Lampung Tekan Angka DBD di 2025

PSN Jadi Kunci Sukses Bandar Lampung Tekan Angka DBD di 2025

07/01/2026
Waspadai Barang Bekas Bisa Jadi Sarang Nyamuk di Musim Hujan

Waspadai Barang Bekas Bisa Jadi Sarang Nyamuk di Musim Hujan

07/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.