Janji Gibran Soal Nasib Guru PPPK dan Honorer

Editor Effran
Selasa, 07 April 2026 16.02 WIB
Janji Gibran Soal Nasib Guru PPPK dan Honorer

Jakarta (Lampost.co) — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akhirnya angkat bicara terkait keresahan guru PPPK dan honorer di berbagai daerah.

Gibran menegaskan pemerintah sedang mencari solusi terbaik. Ia mengakui masih ada banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.

“(Untuk) guru-guru, saya tahu sekarang masih banyak kekurangan, tetapi itu terus kita (pemerintah) coba carikan solusinya, terutama untuk PPPK dan honorer,” ujar Gibran, saat mengunjungi SD Inpres Kaniti di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Gibran menekankan pemerintah berupaya keras agar tidak ada guru kehilangan pekerjaan. Ia menyebut koordinasi lintas kementerian terus berjalan.

Pemerintah melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, serta pemerintah daerah untuk mencari solusi konkret. “Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan,” tegasnya.

 Suara Guru dari Lapangan

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, menyampaikan kondisi nyata di sekolahnya.

Ia mengungkapkan kekhawatiran jika guru PPPK harus dirumahkan. Menurutnya, hal itu akan mengganggu proses belajar mengajar.

“Izin kami sampaikan keluhan kami, kalau bisa (guru) PPPK jangan dirumahkan. Di sini ada 10 orang. Kalau 10 orang dirumahkan, otomatis pendidikan di SD Inpres Kaniti terganggu sekali,” ujarnya.

Sekolah yang Baru Saja Direvitalisasi

Kunjungan Gibran ke SD Inpres Kaniti menjadi yang kedua setelah sebelumnya datang pada Mei 2025. Sekolah itu menjadi salah satu proyek renovasi pemerintah pada 2025, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Proyek revitalisasi berlangsung selama 90 hari. Pekerjaan dimulai pada 1 Oktober dan selesai 29 Desember 2025. Pemerintah memperbaiki 11 ruang kelas lama dan membangun tiga ruang baru. Selain itu, tersedia ruang administrasi, rumah dinas guru, dan fasilitas toilet.

Setelah meninjau hasil renovasi, Gibran menyempatkan diri berinteraksi dengan para siswa. Ia mengajak mereka untuk menjaga fasilitas sekolah dan meningkatkan semangat belajar.

Ia juga mengingatkan agar siswa tidak merusak fasilitas sekolah yang sudah diperbaiki. “Sekarang ruang kelasnya bagus, sudah terbangun dengan baik. Anak-anak harus semangat belajar,” kata Gibran.

Saat ini, SD Inpres Kaniti memiliki 420 siswa. Mereka terbagi dalam 16 rombongan belajar. Sekolah itu memiliki 25 guru dan dua tenaga kependidikan. Dengan jumlah tenaga pengajar tersebut, keberadaan guru PPPK menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas pendidikan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI