IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 03/04/2026 07:35
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nasional

Jawa dan Sumatra Penyumbang Bencana Terbanyak 2025

BNPB mencatat wilayah Jawa dan Sumatra masih mendominasi kejadian bencana alam sepanjang 2025.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
01/01/26 - 22:04
in Nasional
A A
Jawa dan Sumatra Penyumbang Bencana Terbanyak 2025

Bencana Sumatra. (Antara)

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Jawa dan Sumatra kembali menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana alam terbanyak sepanjang 2025. Hal tersebut berdasarkan rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Poin Penting:

  • Wilayah Jawa dan Sumatra dominasi bencana sepanjang 2025.

  • Karhutla terkendali, tetapi longsor meningkat.

  • Papua mengalami peningkatan kerentanan bencana.

Meski demikian, BNPB menyoroti meningkatnya kerentanan wilayah lain yang sebelumnya relatif aman. Papua menjadi salah satu kawasan yang kini mencatat lonjakan kejadian bencana.

Kepala Pusat Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut 5 provinsi dengan kejadian bencana tertinggi selama 2025. “Secara tahunan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, dan Sumatra Utara menyumbang kejadian bencana terbesar,” ujar Abdul Muhari, Kamis, 1 Januari 2026.

Baca juga: Tanah Longsor Bencana Paling Mematikan Sepanjang 2025

Menurutnya, konsentrasi bencana di Jawa dan Sumatra masih berkaitan dengan kepadatan penduduk. Selain itu, tekanan lingkungan terus meningkat setiap tahun.

Namun, pada level kabupaten dan kota, BNPB mencatat pola yang lebih spesifik. Bogor, Kampar, Bima, Karawang, dan Siak menjadi wilayah dengan kontribusi bencana tertinggi. Kelima daerah tersebut menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari total kejadian bencana nasional sepanjang 2025.

Untuk bencana, banjir mendominasi kejadian di sejumlah wilayah. Banjir paling sering terjadi di Bima, Bogor, Karawang, Parigi Moutong, dan Pasuruan.

Sementara itu, cuaca ekstrem banyak tercatat di Bogor, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Malang, Lampung Timur, dan Cilacap. BNPB menilai cuaca ekstrem semakin tidak terprediksi.

Karhutla Menurun

Di sisi lain, BNPB mencatat capaian positif pada pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang 2025, angka karhutla menunjukkan penurunan signifikan.

“Kami melihat pengendalian karhutla cukup berhasil, terutama dari fase El Niño 2015, 2019, dan 2023,” kata Abdul Muhari.

Walau begitu, perhatian kini bergeser pada meningkatnya kejadian tanah longsor. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Jawa dan Sumatra.

BNPB menyoroti peningkatan longsor di Papua, wilayah yang sebelumnya memiliki struktur tanah keras dan hutan relatif terjaga. “Dalam satu hingga dua tahun terakhir, Papua mengalami peningkatan longsor cukup signifikan,” ungkap Abdul Muhari.

BNPB menilai alih fungsi lahan menjadi pemicu utama peningkatan risiko tersebut. Kerusakan lingkungan memperlemah daya dukung alam. “Masalah ini bukan hanya hujan atau porositas tanah. Alih fungsi lahan mempercepat penurunan daya tampung lingkungan,” katanya.

Menurut BNPB, degradasi lingkungan kini terjadi merata di berbagai wilayah. Risiko bencana tidak lagi identik dengan daerah padat penduduk. “Sebaran bencana hidrometeorologi basah kini meluas. Seluruh kawasan NKRI harus mendapat perhatian serius,” ujar Abdul Muhari.

BNPB mendorong pemerintah daerah memperkuat tata ruang berbasis risiko bencana. Selain itu, memperkuat pengawasan pemanfaatan lahan. BNPB berharap mitigasi berbasis lingkungan mampu menekan kejadian bencana pada tahun-tahun mendatang.

Tags: banjir 2025bencana alam 2025bencana di Jawabencana sumatraBNPBcuaca ekstremKarhutlalongsor Papuapeta bencana Indonesia
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

KPK Catat Tingkat Kepatuhan Pelaporan LHKPN Capai 96,24 Persen

KPK Catat Tingkat Kepatuhan Pelaporan LHKPN Capai 96,24 Persen

byWandi Barboyand1 others
02/04/2026

Jakarta (Lampost.co): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat tingkat kepatuhan pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencapai 96,24 persen hingga...

Mitigasi Potensi Krisis Energi yang Tepat Penting untuk Melindungi Masyarakat

Mitigasi Potensi Krisis Energi yang Tepat Penting untuk Melindungi Masyarakat

byRicky Marlyand1 others
02/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Mitigasi potensi krisis energi yang tepat di tengah memburuknya kondisi ekonomi global sangat penting untuk kita lakukan....

Praktisi Hukum Soroti Dimensi Global di Balik Kasus Kekerasan terhadap Tokoh Kritis

Praktisi Hukum Soroti Dimensi Global di Balik Kasus Kekerasan terhadap Tokoh Kritis

byWandi Barboyand1 others
01/04/2026

Jakarta (Lampost.co): Praktisi hukum dan kolumnis Agus Widjajanto mengaitkan kasus kekerasan terhadap tokoh kritis dengan potensi dinamika yang lebih luas...

Berita Terbaru

Akses Jalan RA Basyid Ditutup, Warga Mulai Cari Jalur Alternatif
Lampung

Akses Jalan RA Basyid Ditutup, Warga Mulai Cari Jalur Alternatif

byRicky Marly
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rencana penutupan akses di Jalan RA Basyid, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mulai berdampak pada...

Read moreDetails
​Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay menyampaikan ekspos kasus kriminal. Dok Polresta

Modus Tawarkan Pijat, Pelaku Curanmor di Bengkel Langkapura Diringkus

02/04/2026
Jalan RA Basyid Rusak, Akses Jalan Ditutup Sementara

Jalan RA Basyid Rusak, Akses Jalan Ditutup Sementara

02/04/2026
Tim gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung dan Polsek Tanjung Karang Barat berhasil meringkus dua pelaku curanmor yang kerap beraksi di wilayah Bandar Lampung. Dok Polresta

Dua Pelaku Curanmor Terancam Pidana 9 Tahun Penjara

02/04/2026
Tim gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung dan Polsek Tanjung Karang Barat berhasil meringkus dua pelaku curanmor yang kerap beraksi di wilayah Bandar Lampung. Dok Polresta

Komplotan Curanmor Asal Lampung Tengah Sudah Gasak Motor di 11 Lokasi

02/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.