Jakarta (lampost.co)–Lapas Maximum Security Nusakambangan dikenal sebagai penjara dengan tingkat keamanan tertinggi di Indonesia. Media menyebutnya sebagai tempat bagi narapidana kasus berat seperti narkotika, terorisme, dan pembunuhan.
Berbeda dari lapas reguler, fasilitas ini menerapkan pengawasan penuh selama 24 jam dengan sistem sel terbatas, kontrol ketat akses gerak narapidana, dan pengawasa petugas bersenjata terhadap setiap aktivitas rutin.
Pemeriksaan berlapis menjadi prosedur wajib. Narapidana tidak leluasa berkomunikasi dengan dunia luar karena seluruh alat komunikasi dilarang.
Selain itu, jadwal besuk sangat ketat dan hanya boleh setelah melalui verifikasi panjang. Ammar Zoni, yang terlibat kasus narkoba berulang, pindah ke lapas ini sebagai bentuk penegakan disiplin sekaligus efek jera.
Dengan reputasi sebagai “Alcatraz-nya Indonesia”, Nusakambangan sering disebut media sebagai tempat terakhir bagi narapidana yang butuh pengawasan ekstra. Langkah pemindahan ini menegaskan bahwa sistem hukum kini lebih tegas terhadap pelanggaran berulang, khususnya terkait narkotika.








