• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 20:14
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Mengenal Asal-Usul Anggur Muscat yang Menarik Perhatian Publik

NurbyNur
30/10/24 - 14:38
in Kesehatan, Nasional
A A
Kementerian Kesehatan (MoH) Malaysia mengumumkan hasil uji residu kimia berbahaya yang diduga terdapat pada anggur Shine Muscat pada Senin malam (28/10).

Kementerian Kesehatan (MoH) Malaysia mengumumkan hasil uji residu kimia berbahaya yang diduga terdapat pada anggur Shine Muscat pada Senin malam (28/10). Dok/MI

Jakarta (Lampost.co)—Baru-baru ini, sebuah unggahan di Instagram mengenai anggur Shine Muscat yang terduga terkontaminasi residu kimia atau pestisida berbahaya bagi tubuh menarik perhatian publik.

Mengutip media Nation Thailand edisi 24 Oktober, hasil laboratorium menunjukkan bahwa 23 dari 24 sampel anggur Shine Muscat yang dijual di Bangkok dan sekitarnya mengandung residu pestisida melebihi batas aman.

Thai-PAN (Pesticide Alert Network), bekerja sama dengan Majalah Chalard Sue (Smart Buy), Yayasan Konsumen, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), merilis hasil pengujian residu kimia tersebut.

Baca juga: BPOM Tindak Lanjuti Dugaan Anggur Muscat yang Mengandung Residu

Tim penguji mengambil 24 sampel anggur dari 15 lokasi penjualan di Bangkok pada tanggal 2-3 Oktober, dengan harga berkisar antara 100 hingga 699 baht per kilogram (Rp 47 ribu hingga Rp 327 ribu). Sampel-sampel ini kemudian menganalisis di Laboratorium BVAQ yang telah terakreditasi ISO 17025.

Tassanee Naen-udorn, editor Majalah Chalard Sue, mengungkapkan majalah tersebut menerima banyak pertanyaan dari konsumen tentang anggur Shine Muscat. Yakni yang mempromosikan secara luas. Konsumen mengkhawatirkan adanya risiko residu beracun.

Anggur Shine Muscat sendiri tengah populer, termasuk di Indonesia. Di mana buah ini menjual dengan harga sekitar Rp 40-50 ribu per pack, bahkan ada yang mencapai ratusan ribu rupiah.

Mengutip Speciality Produce, anggur Shine Muscat pertama kali mengembangkan pada 1997 di Institut National Institute of Fruit Tree Science di Jepang, dan resmi dirilis kepada petani Jepang pada 2006.

Anggur ini terkenal karena tanpa biji, berukuran besar. Memiliki daging tebal, tekstur renyah, dan rasa manis.

Prefektur Yamanashi di Jepang merupakan salah satu wilayah penghasil Shine Muscat yang terkenal. Di mana buah ini sering mengemasnya dengan tampilan premium.

Berkembang di Indonesia

Musim anggur ini biasanya puncaknya antara akhir Agustus hingga awal September. Tetapi anggur ini juga populer di Korea Selatan. Di mana sering menjadikan bahan dalam hidangan seperti es patbingsu dan jus segar.

Tren anggur Shine Muscat juga berkembang di Indonesia, banyak kafe yang menggunakannya dalam minuman dan dessert.

Namun, karena temuan residu pestisida di Thailand, BPOM Indonesia memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa jika menemukan zat berbahaya pada anggur yang beredar di Indonesia, produk tersebut akan segera menarik dari pasaran.

“Kalau didistribusikan di Indonesia dan mengandung zat berbahaya, maka itu ilegal dan bisa ditarik. Kami akan bertindak dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” jelas Taruna.

 

 

 

 

 

Tags: Anggur muscatasal usul anggur muscatnegara asal anggur muscatperedaran anggur muscat
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

BGN Siap Buka Rekrutmen PPPK Tahap 3 dan 4 Tahun 2026, Sediakan 32.460 Formasi

Puluhan Ribu Formasi PPPK BGN Akan Dibuka, Ini Informasinya

byNur
25/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--— Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 3 dan 4 pada...

ilustrasi kecelakaan

Dua Anggota Polres Cimahi Gugur Saat Bertugas di Lokasi Bencana Cisarua

byNur
25/01/2026

Jakarta (Lampost.co)---– Duka mendalam menyelimuti jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat. Dua anggota Polres Cimahi gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan dalam...

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Persemayaman Korban Kecelakaan ATR 42-500.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Persemayaman Korban Kecelakaan ATR 42-500

byNur
25/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pingsan saat memimpin upacara persemayaman tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan...

Berita Terbaru

Dinkes Lamsel Pertahankan Status Daerah Eliminasi Malaria
Humaniora

Dinkes Lamsel Pertahankan Status Daerah Eliminasi Malaria

byWandi Barboyand1 others
26/01/2026

Kalianda (Lampost.co): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan berupaya mempertahankan status Lampung Selatan (Lamsel) sebagai daerah eliminasi malaria. Pihak dinkes...

Read moreDetails
Warga Sambut Positif Delapan Desa di Jati Agung Bergabung ke Bandar Lampung

Warga Sambut Positif Delapan Desa di Jati Agung Bergabung ke Bandar Lampung

26/01/2026
Integrasi Delapan Desa di Jati Agung ke Bandar Lampung Jadi Magnet Baru Investasi Properti

Integrasi Delapan Desa di Jati Agung ke Bandar Lampung Jadi Magnet Baru Investasi Properti

26/01/2026
Delapan Desa di Kecamatan Jati Agung Masuk Kota Bandar Lampung

Delapan Desa di Kecamatan Jati Agung Masuk Kota Bandar Lampung

26/01/2026
Harga komponen PC 2026

Update Harga Komponen PC Januari 2026: Krisis Memori Global Picu Lonjakan Harga RAM Hingga 500 Persen

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.