Jakarta (lampost.co)– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan alasan ia kerap menyampaikan kritik terhadap kinerja kementerian lain. Ia menilai langkah itu penting untuk mengamankan keuangan negara serta memastikan anggaran terserap secara optimal. Ia menolak anggapan bahwa dirinya hanya mengomentari kerja instansi lain, karena fokus utamanya menjaga efektivitas penggunaan dana negara.
“Orang bilang saya suka komentar menteri ini dan itu. Padahal saya hanya menjaga uang negara agar tetap aman dan memastikan program ekonomi berjalan sesuai target,” ujar Purbaya dalam forum ‘1 Tahun Prabowo-Gibran: Optimism on 8 Economic Growth’ di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta, baru-baru ini.
Ia menegaskan target utama pemerintah saat ini adalah mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Bahkan, ia optimistis angka pertumbuhan pada kuartal IV dapat mencapai 5,67 persen. “Kalau bisa tembus di atas 5,5 persen, Presiden bilang saya dapat hadiah. Nanti saya kasih tahu hadiahnya apa kalau betul-betul tembus,” ucapnya.
Purbaya menyebut ekonomi Indonesia tetap solid setelah satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Stabilitas makroekonomi dinilai terjaga dan tingkat kesejahteraan terus menunjukkan perbaikan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal II mencapai 5,12 persen, dan menyebutnya sebagai angka yang mencerminkan konsistensi pemerintah menjaga momentum ekonomi.
Tak hanya itu, inflasi juga terkendali di level 2,65 persen per September 2025, sementara defisit APBN berada di posisi 1,56 persen, masih jauh di bawah batas yang ditetapkan. Menurutnya, kebijakan belanja pemerintah bersifat ekspansif, namun tetap dalam koridor fiskal yang aman. “Saya belum ubah anggaran. Saya hanya mengalihkan Rp200 triliun dari BI ke sektor perbankan. Itu saja,” tegasnya.








