Pengakuan Pedagang Siomay soal Isu Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Baku

Di tengah polemik itu, sejumlah pedagang akhirnya buka suara. Mereka menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan.

Editor Effran
Rabu, 22 April 2026 10.52 WIB
Pengakuan Pedagang Siomay soal Isu Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Baku
Siomay ikan tenggiri dan sapu-sapu.

Jakarta (Lampost.co) — Penangkapan massal ikan sapu-sapu di Jakarta memicu kekhawatiran baru. Publik mulai mempertanyakan keamanan makanan olahan berbahan ikan.

Salah satu isu yang ramai beredar menyebut ikan sapu-sapu dalam siomay. Kabar itu langsung menyedot perhatian masyarakat.

Di tengah polemik itu, sejumlah pedagang akhirnya buka suara. Mereka menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan.

 Pedagang Akui Ada Oknum Demi Tekan Modal

Wandi, pedagang siomay di Cengkareng, mengakui praktik tersebut memang ada. Namun, tidak semua pedagang melakukannya. “Ada lah, semua orang juga sudah tahu. Tapi saya enggak pakai,” ujarnya.

Ia menyebut alasan utama oknum pedagang memakai ikan sapu-sapu karena harga jauh lebih murah. Harga ikan sapu-sapu berkisar Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Sementara ikan tenggiri bisa mendekati Rp100.000.

Selisih harga yang besar membuat sebagian pedagang tergoda. Mereka ingin menekan biaya produksi agar keuntungan tetap terjaga.

 Strategi Pedagang: Campur Bahan untuk Bertahan

Wandi mengaku tidak lagi menggunakan tenggiri murni. Ia mencampur bahan lain untuk menjaga harga jual tetap stabil. “Kalau sekarang enggak 100 persen tenggiri. Bisa campur tepung, kadang pernah juga pakai ayam,” katanya.

Strategi itu banyak dilakukan pedagang kecil. Mereka harus menyesuaikan harga bahan baku yang terus naik.

 Alternatif Lebih Aman: Campuran Tuna

Pedagang lain, Angga, memilih mencampur tenggiri dengan ikan tuna. Ia menilai cara itu lebih aman dan tetap menjaga rasa.

Menurutnya, penggunaan tuna jauh lebih baik daripada ikan sapu-sapu yang berisiko. “Kalau pakai tuna itu enggak mengubah rasa. Tetap enak seperti siomay mahal,” ujarnya.

 Cara Mudah Bedakan Siomay Asli dan Campuran

 Perhatikan Warna dan Tekstur

Angga menjelaskan siomay berbahan ikan sapu-sapu memiliki ciri khas. Warnanya cenderung lebih gelap daripada tenggiri.

Teksturnya juga terasa lebih keras saat dikunyah. Selain itu, aroma amis biasanya lebih kuat. “Kalau sapu-sapu itu lebih alot dan amis,” jelasnya.

 Sensasi Lengket Jadi Tanda

Wandi menambahkan perbedaan lain bisa terasa saat memakannya. Siomay dari sapu-sapu biasanya terasa lebih lengket. Sementara siomay tenggiri memiliki tekstur lebih lembut dan tidak lengket.

Para pedagang mendukung rencana pengawasan bahan pangan. Mereka ingin kualitas makanan tetap terjaga.

Ia menilai keamanan konsumen harus menjadi prioritas utama. “Kalau memang berbahaya, sebaiknya jangan digunakan,” kata Angga.

Meski setuju, pedagang berharap aturan tidak memberatkan. Mereka meminta pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi usaha kecil.

Menurutnya, pedagang juga berjuang mencari nafkah di tengah tekanan ekonomi. “Setuju saja, tapi jangan sampai mematikan usaha,” ujar Wandi.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI