• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 02:40
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Potensi Kenaikan Harga Pangan Tidak Terkait MBG

Program Makan Bergizi Gratis tidak memicu kenaikan harga pangan karena bisa memperbaiki distribusi dan menekan spekulasi serta menjadi kebijakan strategis jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
25/12/25 - 23:32
in Ekonomi dan Bisnis, Nasional
A A
Potensi Kenaikan Harga Pangan Tidak Terkait MBG

Menu MBG. (Antara)

Jakarta (Lampost.co) — Kekhawatiran publik terkait potensi kenaikan harga pangan atau inflasi harga pangan program Makan Bergizi Gratis terus mencuat. Namun, para ekonom menilai isu tersebut tidak berdasar dan cenderung berlebihan.

Poin Penting:

  • SPPG membuka jalur distribusi langsung bagi petani.

  • MBG menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.

  • Program berdampak langsung pada ekonomi dan gizi.

Sebaliknya, menilai program MBG justru memperkuat struktur ekonomi kerakyatan. Program tersebut juga berpotensi menekan praktik spekulasi harga pangan.

Ekonom sekaligus mantan Direktur Program Magister Manajemen FEB UI, Harryadin Mahardika, menegaskan MBG tidak memicu inflasi pangan. Sebab, kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG menjadi faktor penyeimbang pasar.

Baca juga: DPR Kawal Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat Selama Nataru

Sebelum MBG berjalan, petani dan peternak bergantung pada tengkulak dan distributor. Akibatnya, spekulan dengan mudah mempermainkan harga produk.

Namun kini, petani memiliki opsi penjualan langsung ke SPPG. Dengan demikian, struktur pasar menjadi lebih sehat dan transparan. “Justru spekulan makin sulit memainkan harga pangan,” ujar Harryadin, Kamis, 25 Desember.

Ia menilai MBG membuka jalur distribusi baru yang lebih adil. Selain itu, permintaan dari SPPG bersifat terencana dan terukur.

Kondisi ini berbeda dengan lonjakan permintaan musiman yang tidak terkendali. Karena itu, risiko kelangkaan pangan relatif kecil dan harga pun cenderung stabil di tingkat konsumen.

Selama libur sekolah, SPPG tetap beroperasi melayani penerima manfaat. Langkah tersebut menunjukkan konsistensi kebijakan pemenuhan gizi nasional.

Investasi Jangka Panjang

Di sisi lain, kebijakan tersebut juga menuai kritik soal efisiensi anggaran. Namun, akademisi menilai kritik tersebut terlalu sempit.

Guru Besar Ilmu Politik dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sri Yunanto, menilai MBG sebagai investasi jangka panjang. Ia menegaskan pemenuhan gizi tidak boleh terputus oleh kalender akademik. “Pemenuhan gizi adalah investasi SDM menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Sri Yunanto.

Ia menyebut intervensi gizi membutuhkan konsistensi kebijakan. MBG juga menciptakan lapangan kerja baru dan ribuan sukarelawan dan pekerja dapur menggantungkan hidup dari SPPG.

Menurut Harryadin, dampak ekonomi program tersebut sangat nyata. Perputaran uang terjadi dari hulu hingga hilir. “SPPG memberi keberkahan bagi banyak pihak,” katanya.

Dampak ekonomi langsung terasa di tingkat lokal. Hingga Rabu, 24 Desember, tercatat 17.555 SPPG beroperasi di seluruh Indonesia. SPPG tersebut melayani lebih dari 50 juta penerima manfaat.

Selain itu, hampir 742 ribu tenaga kerja terlibat langsung. Angka itu menunjukkan kontribusi signifikan bagi ekonomi nasional.

Tags: Ekonomi Kerakyatangizi anakHarga Panganinflasi panganlapangan kerjamakan bergizi gratisMBGprogram makan bergizi gratisspekulan panganSPPGstabilitas harga
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

BGN Siap Buka Rekrutmen PPPK Tahap 3 dan 4 Tahun 2026, Sediakan 32.460 Formasi

Puluhan Ribu Formasi PPPK BGN Akan Dibuka, Ini Informasinya

byNur
25/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--— Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 3 dan 4 pada...

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

byAtikaand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Akademisi Universitas Lampung (Unila) Saring Suhendro menilai Lampung memiliki modal alam yang relatif kuat untuk masuk...

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

byAtikaand1 others
25/01/2026

silviBandar Lampung (Lampost.co) -- Pendanaan karbon berpotensi menjadi sumber pembiayaan alternatif untuk menjawab keterbatasan anggaran konservasi hutan Lampung. Poin penting...

Berita Terbaru

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah
Humaniora

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

byRicky Marlyand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian serius Presiden terhadap persoalan konflik antara...

Read moreDetails
Vaksinasi

Cegah Penularan Super Flu, Pemprov Sediakan Vaksinasi di Faskes

25/01/2026
Ilustrasi (MI)

Vaksinasi Rutin-Prokes Agar Terhindar dari Superflu

25/01/2026
Ilustrasi

Pakar Ungkap Superflu Sebagai Mutasi Virus H3N2

25/01/2026
Ilustrasi

Pemerintah Antisipasi Superflu-Lonjakan DBD

25/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.