Roy menyebut ada perbedaan mencolok pada penulisan nama universitas. Perbedaan itu memicu pertanyaan baru di tengah publik.
Jakarta (Lampost.co) — Isu terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI kembali memanas. Pakar telematika Roy Suryo mengungkap dugaan bukti baru terkait ijazah Jokowi yang diduga palsu.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta. Temuan itu berasal dari analisis terhadap dokumen ijazah yang beredar.
Roy menyebut ada perbedaan mencolok pada penulisan nama universitas. Perbedaan itu memicu pertanyaan baru di tengah publik.
Tulisan Nama Kampus Jadi Sorotan
Menurut Roy, tulisan nama kampus dalam embos ijazah terlihat tidak sesuai. Ia menyebut tulisan tersebut berbeda dari nama resmi Universitas Gadjah Mada. “Di embosnya itu bukan Universitas Gadjah Mada, tapi Universitas Gajhaj Adam,” ujarnya.
Temuan itu ia dapatkan bersama seorang peneliti yang terkenal sebagai Topi Merah. Mereka menganalisis dokumen dalam sebuah program televisi.
Roy menilai kejanggalan itu tidak bisa terabaikan. Ia menduga ada proses yang tidak sesuai dalam penyajian dokumen tersebut.
Dugaan Manipulasi Dokumen Menguat
Selain soal penulisan, Roy juga menyoroti keberadaan watermark pada dokumen. Ia menyebut watermark tersebut seharusnya tidak muncul.
Menurutnya, jika dokumen asli tidak memiliki watermark, maka proses digital tidak akan memunculkannya. “Artinya apa? Saudara eng-eng-eng itu sudah melakukan editing,” jelasnya.
Ia menegaskan perubahan seperti rotasi atau translasi tidak akan menampilkan watermark baru. Hal itu memperkuat dugaannya terkait manipulasi.
Potensi Pelanggaran Hukum
Roy juga mengaitkan temuan itu dengan aspek hukum. Ia menilai jika benar terjadi manipulasi, maka tindakan tersebut melanggar aturan.
Ia menyebut dugaan pelanggaran bisa masuk dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pernyataan itu menambah dimensi serius dalam polemik yang berkembang. “Sudah melakukan manipulasi, bahkan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara,” katanya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update