Jakarta (lampost.co)–Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap fenomena serius terorisme global. Aksi kekerasan yang terjadi di Indonesia kini justru jadi rujukan dan inspirasi oleh pelaku teror di luar negeri. Salah satu kasus terbaru adalah penyerangan bersenjata tajam oleh seorang remaja di Moskow, Rusia. Memiliki keterkaitan simbolik dan ideologis dengan peristiwa ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.
Keterkaitan tersebut terungkap setelah tim Densus 88 melakukan pendalaman terhadap barang bukti milik pelaku penusukan di wilayah Odintsovo, Moskow, bernama Mario Nauval (15). Ada indikasi kuat bahwa pelaku secara sadar mengaitkan aksinya dengan peristiwa teror yang pernah terjadi di Indonesia.
Pada senjata tajam dalam penyerangan, tertera tulisan “Jakarta Bombing 2025” yang menunjukkan bentuk glorifikasi terhadap insiden ledakan di Jakarta. Jubir Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa tulisan tersebut tidak hanya menjadi simbol. Tetapi juga bagian dari narasi propaganda pelaku.
Menurut Mayndra, tulisan di gagang senjata itu sempat terdokumentasikan dan terbarluaskan oleh pelaku ke komunitas daring tertentu sebelum aksi penusukan dilakukan. Pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.
Temuan ini menegaskan adanya perubahan arah radikalisasi. Jika sebelumnya jaringan teror di Indonesia banyak terpengaruh oleh aksi-aksi kekerasan di luar negeri, kini justru insiden dalam negeri berkembang menjadi referensi ideologis yang mendorong aksi peniruan oleh remaja di negara lain. (MI)








