• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 31/08/2025 14:03
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Nuansa

Pengaruh Pram

Pram, sapaan akrabnya, seakan terus hidup dan memberikan pengaruh yang tidak pernah habis oleh zaman yang terus bergerak. 

Wandi BarboybyWandi Barboy
06/03/25 - 11:16
in Nuansa
A A
Pram saat menjadi google doodle pada 2017 saat perayaan kelahiran di usia ke-92 tahun. Pengaruh Pram terasa hingga kini.

Pram saat menjadi google doodle pada 2017 saat perayaan kelahiran di usia ke-92 tahun. Pengaruh Pram terasa hingga kini.

Oleh ; Wandi Barboy
Wartawan Lampung Post

NAMA Pramoedya Ananta Toer (PAT) sungguh tak lekang oleh waktu. Pram, sapaan akrabnya, seakan terus hidup dan memberikan pengaruh yang tidak pernah habis oleh zaman yang terus bergerak.

Koran Kompas memberikan tempat yang khusus di halaman pertama sepanjang perayaan Festival Seabad Pram di Blora dan Jakarta. Kini, Majalah Tempo edisi 23 Februari 2025 turut memberikan rubrik spesial tentang sosok sastrawan yang karyanya menembus dunia internasional.

Majalah Tempo memberikan rubrik khusus dengan nama “Iqra”. “Iqra” bisa berarti bacalah. Pramoedya sering menekankan bahwa setiap karya itu mestinya dibaca, bukan dibakar. Di masa rezim Orde Baru, karya Pram selalu dianggap kontroversial dengan segala dalihnya dari para penguasa kala itu. Anak-anak rohani Pram – Istilah Pram untuk buku/karya yang terbit- kerap kali mengalami sensor dari penguasa dan pada akhirnya dibakar. Begitulah.

Jurnalis Majalah Tempo melakukan riset mendalam dan menemukan fakta yang tersaji dengan memaparkan Pram dalam angka (Hlm17-18). Yang mencengangkan, 30 judul karya ditulis Pramoedya kala berusia 31 tahun pada 1956. Tidak hanya itu, karya Pramoedya juga sudah diterjemahkan lebih dari 42 bahasa di seluruh dunia. Angka satu dekade atau 10 tahun merupakan masa pembuangannya di pulau Buru. Sudah barang tentu sejumlah penghargaannya di dalam dan luar negeri. Tempo mencatat Pramoedya menerima 16 penghargaan semasa hidup.

Pada rubrik Iqra, Tempo mengangkat judul “Pengaruh Pram setelah 100 tahun (Hlm.54).” Indonesianis Max Lane yang pertama kali menerjemahkan karya Pramoedya ke dalam bahasa Inggris juga memberikan kuliah umum di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Inspirasi

Tulisan-tulisan Pramoedya, menurut Max Lane, telah menjadi inspirasi perlawanan di masa Orde Baru. Karyanya menjadi bahan bacaan untuk mereka yang menentang korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) pada masa Orde Baru. Tulisan Pramoedya selalu menganjurkan untuk berpihak kepada kemanusiaan, keadilan, dan keindahan.

Lane juga menyoroti kedekatan Pramoedya dengan aktivis-aktivis muda saat rezim Orde Baru berkuasa. Menurutnya, banyak aktivis muda kala itu terpengaruh dan mereguk inspirasi dari karya-karya Pramoedya. Sedangkan sekarang Lane memberikan kesan tokoh muda memang terinspirasi dengan Pramoedya. Tapi, setelah mereka mengagumi sosok dan karya Pram, mereka tidak tahu harus melakukan apa selanjutnya. Begitulah.

 

Terakhir, Lane menyebut sosok Minke itu embrio manusia Indonesia. Sosok Minke dalam karya tetralogi pulau Buru merupakan sosok Raden Mas Tirto Adhi Soerjo. (R.M.T.A.S). Tempo juga menuliskan judul Tetralogi yang Mengguncang Orde Baru. Tetralogi adalah empat karya Pramoedya yang meledak (viral) selama pembuangan di pulau Buru. Berurutan yakni Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Terakhir, Tempo menuliskan judul Pemecah Kesunyian Kritik Kolonial.

Sampai sekarang para penggemar Pramoedya di seluruh Indonesia terus merefleksikan diri dan mengkhidmati karya Pramoedya dengan berbagai kegiatan. Pengaruh Pramoedya kian terasa menyala di tengah para pembacanya.

Tags: majalah tempoPengaruh Prampengaruh pramoedyapenggemar pramPramoedya Ananta ToerPramoedya atau Pramsejarah indonesia
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Wakil Ketua MPR RI

Dorong Peningkatan Keterampilan Penyandang Disabilitas Wujudkan Kemandirian

byTriyadi Isworo
20/07/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) – Dorong peningkatan kapasitas dan keterampilan penyandang disabilitas. Terlebih dalam upaya membangun dan mempermudah akses mewujudkan kemandirian...

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat memberi sambutan pada Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara bertema Melestarikan Cagar Budaya Memperkokoh Kebangsaan di Patiayam, Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 13 Juni 2025 malam. Dok

Lestari Moerdijat: Pelestarian Cagar Budaya Menguatkan Identitas Bangsa

byTriyadi Isworo
14/06/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) – Pelestarian cagar budaya sangat penting sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada setiap warga negara....

ilustrasi yang datang dan yang pergi

Yang Datang dan yang Pergi

byIsnovan Djamaludin
25/05/2025

DALAM hidup, selalu ada satu kenyataan yang tidak pernah berubah: segala sesuatu datang dan pergi. Entah itu orang, pekerjaan, musim...

Load More
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.