• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 13/03/2026 02:28
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nuansa

Perjuangan Tak Kenal Lelah

Di balik tubuh kurus itu, ada jiwa besar yang barangkali lebih kuat dari beton yang setiap hari ia aduk.

Denny ZYbyDenny ZY
14/05/25 - 09:30
in Nuansa
A A
Perjuangan Tak Kenal Lelah

Mas Madot saat menyemprot tanaman cabainya, menjelang mata hari terbenam pada Senin, 12 Mei 2025.

ADVERTISEMENT
perjuangan tak kenal lelah
Deni Zulniyadi       Wartawan Lampung Post

Pringsewu (Lampost.co) — SAAT sebagian besar orang masih memeluk mimpi di hangatnya selimut subuh, seorang pria kurus dengan kaus lusuhnya sudah berjalan ke bukit. Langkahnya cepat, sesekali menyeka peluh yang belum sempat muncul sempurna. Di tangannya, sebilah cangkul. Di bahunya, jeriken kosong. Ia bukan petani besar, apalagi pemilik lahan luas. Tapi semangatnya—barangkali bisa menghidupi seluruh kebun cabainya. Beginilah wujud nyata dari perjuangan tak kenal lelah.

Namanya Mas Madot. Aku tak tahu nama lengkapnya, hanya tahu ia pria berusia 38 tahun yang tinggal dan bekerja di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Kami baru kenal beberapa hari, tapi kisah hidupnya menancap dalam di benakku. Mas Madot adalah pekerja keras dalam arti sesungguh-sungguhnya. Bukan hanya karena ia mengerjakan dua pekerjaan berat dalam sehari, tapi karena dalam setiap tetes keringatnya, ada cinta yang ia titipkan untuk dua anaknya yang jauh di Bandung.

Setiap pagi, sebelum matahari naik tinggi, Mas Madot sudah berada di kebun. Ia biasa ke sana naik motor. Tapi aku pernah melihatnya pulang berjalan kaki, entah karena motor sedang rusak, atau karena hal lainnya. Jika naik motor, jaraknya mungkin lima sampai 7 menit. Tapi kalau berjalan kaki—di bawah terik atau di tengah gelap malam—aku tak bisa membayangkan.

Baca juga: Cahaya yang Tetap Menyala

Dua Dunia, Satu Tujuan

Di kebun itu, ia mencangkul, menanam, atau menyemprotkan pupuk dan pestisida pada tanaman cabainya. Sebelum pukul tujuh pagi, ia harus sudah bersiap untuk pekerjaan keduanya: menjadi kuli bangunan. Dari pagi hingga sore sekitar pukul setengah lima, ia mengaduk pasir, semen, dan air—dengan tenaga sendiri—lalu membawakan adukan itu ke tukang yang sedang memasang pondasi atau membangun dinding. Tubuhnya kecil, tapi kuat seperti baja. Tidak ada keluhan, tidak ada jeda untuk mengeluh. Hanya diam dan kerja.

Selesai dari pekerjaan bangunan, ia langsung pulang. Bukan untuk istirahat melainkan mengambil peralatan berkebun. Ia kembali ke kebun, ke cabai-cabai yang ia tanam dengan harapan dan sisa modal. Ia menyemprot, membersihkan rumput, atau sekadar memastikan semuanya masih tumbuh. Kalau hujan tak turun berhari-hari, Mas Madot pulang larut malam, karena harus menyiram semua tanamannya. Ia menyiram dengan cara paling sederhana sekaligus paling melelahkan: memanggul jeriken berisi air dari aliran sawah, lalu naik ke bukit. Berkali-kali. Sendirian.

Baca juga: Menjaga SOP, Merawat Nurani

Keterbatasan tak membuatnya gentar. Modalnya sedikit, jadi ia membeli pupuk dan obat tanaman secara bertahap. Waktunya pun sempit, jadi ia menanam cabai sedikit demi sedikit. Namun semangatnya—itu tak pernah ia cicil. Selalu utuh. Sebuah perjuangan tak kenal lelah yang ia jalani setiap hari.

Jauh dari Anak, Dekat dengan Harapan

Menurut ayah Mas Madot, upah kerja di Bandung, terutama di kebun, hanya sekitar 35 ribu sehari. Dengan penghasilan sebesar itu, rasanya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak-anak. Karena itulah Mas Madot memutuskan untuk kembali ke Pringsewu, tempat ia bekerja keras sebagai kuli bangunan dan bertani cabai, meskipun harus jauh dari keluarganya.

Anak perempuannya kini kelas 2 SMP, anak laki-lakinya masih SD. Mereka tinggal bersama ibunya di Bandung. Mas Madot memilih ke Pringsewu demi bisa mengirimkan uang yang cukup. Di Pringsewu, ia tinggal bersama kedua orang tuanya. Ayahnya adalah kepala tukang yang sering memborong pekerjaan pembangunan rumah, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Dari merekalah barangkali Mas Madot mewarisi ketangguhan dan etos kerja keras.

Aku melihat Mas Madot, dan rasanya malu sendiri. Betapa sering kita mengeluh atas hidup yang terasa berat, padahal belum seujung kuku perjuangan pria ini. Ia tak punya waktu untuk memanjakan diri, tak punya tempat untuk bersandar selain pada tekadnya sendiri. Hidup memang belum lunak padanya, tapi ia juga belum menyerah dalam perjuangan tak kenal lelah.

Cinta dalam Diam

Mas Madot tidak tahu apa itu kesehatan mental, tidak membaca buku motivasi. Tapi dari cara ia mengaduk semen dan memanggul jeriken, aku belajar satu hal: jika kau punya alasan yang cukup kuat, kau akan tetap melangkah, meski lututmu gemetar.

Ia bukan pahlawan berseragam, bukan tokoh dalam buku pelajaran. Tapi kisahnya adalah pelajaran. Tentang ketekunan dan pengorbanan. Tentang cinta seorang ayah yang tak ditunjukkan lewat kata-kata, melainkan lewat jeriken air yang dipanggul naik-turun bukit demi masa depan anak-anaknya.

Di balik tubuh kurus itu, ada jiwa besar yang barangkali lebih kuat dari beton yang setiap hari ia aduk. Mas Madot mungkin tak viral, tapi bagi saya, ia adalah bukti nyata bahwa perjuangan tak kenal lelah, cinta dan kerja keras tak selalu butuh panggung. Semoga suatu saat nanti, Mas Madot dapat segera berkumpul kembali dengan istri dan anak-anaknya, menikmati hasil jerih payahnya yang penuh pengorbanan.

Tags: ayah pekerja kerasKisah Inspiratifperjuangan tak kenal lelah
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi Bupati Lampung Tengah periode 2025-2030 Ardito Wijaya (tangah) keluar dari mobil tahanan menuju ruang konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz/pri.

Kemendagri Perlu Perketat Pengawasan Berantas Korupsi Kepala Daerah

byTriyadi Isworoand1 others
22/01/2026

Jakarta (Lampost.co) – Fenomena beruntunnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepala daerah memicu reaksi keras dari...

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Pleno PBNU 2024(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

PBNU Instruksikan Pengurus dan Warga Jaga Persatuan Bangsa dan Stabilitas Nasional

byTriyadi Isworoand1 others
31/08/2025

Jakarta (Lampost.co) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdlatul Ulama. Ini...

Wakil Ketua MPR RI

Dorong Peningkatan Keterampilan Penyandang Disabilitas Wujudkan Kemandirian

byTriyadi Isworo
20/07/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) – Dorong peningkatan kapasitas dan keterampilan penyandang disabilitas. Terlebih dalam upaya membangun dan mempermudah akses mewujudkan kemandirian...

Berita Terbaru

Pasokan Listrik dan BBM Tetap Aman Selama Lebaran 2026
Nasional

Pasokan Listrik dan BBM Tetap Aman Selama Lebaran 2026

byWandi Barboyand1 others
12/03/2026

Jakarta (Lampost.co): Pemerintah memastikan pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran...

Read moreDetails
Banggar DPR Ajukan Sejumlah Kebijakan Jaga Stabilitas APBN karena Ketidakpastian Ekonomi Global

Banggar DPR Ajukan Sejumlah Kebijakan Jaga Stabilitas APBN karena Ketidakpastian Ekonomi Global

12/03/2026
Pelabuhan Bakauheni Prioritaskan Pemudik Pejalan Kaki dan Kendaraan Golongan I - VI A

Pelabuhan Bakauheni Prioritaskan Pemudik Pejalan Kaki dan Kendaraan Golongan I – VI A

12/03/2026
Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam (Gatam), Brigjen TNI Haryantana pamitan kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kantor Gubernur, Bandar Lampung, Kamis, 12 Maret 2026. Dok ADPIM Lampung

Gubernur Lampung Mirza Apresiasi Brigjen TNI Haryantana Jaga Kondisi Keamanan Daerah

12/03/2026
Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam (Gatam), Brigjen TNI Haryantana pamitan kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kantor Gubernur, Bandar Lampung, Kamis, 12 Maret 2026. Dok ADPIM Lampung

Sinergi Seluruh Pihak Jaga Keamanan dan Stabilitas Lampung

12/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.