• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 02/03/2026 05:32
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Oasis

Bumi Pernah Alami Hujan Lebat Selama Dua Juta Tahun, Begini Faktanya

EffranbyEffran
25/10/24 - 13:09
in Oasis
A A
Musim kemarau di Lampung masih ada hujan. Ilustrasi/Antara

Hujan. Ilustrasi/Antara

Jakarta (Lampost.co) – Hujan deras selama beberapa hari sering terjadi di dalam kehidupan saat ini. Namun, hal itu ternyata belum seberapa daripada peristiwa hujan lebat yang berlangsung selama dua juta tahun tanpa henti di Bumi ini.

Peristiwa itu terjadi sekitar 232 juta tahun lalu, pada Zaman Carnian, masa Bumi tengah mengalami perubahan iklim ekstrem dan bencana alam berskala besar.

Menurut penelitian, Bumi saat itu berada dalam masa pertemuan benua besar, yaitu Pangaea. Hal itu membuat suhu laut meningkat drastis hingga menyerupai “sup panas”, menciptakan kondisi atmosfer kaya akan uap air. Sehingga, memicu terjadinya hujan deras yang tak kunjung berhenti.

Para ilmuwan percaya serangkaian letusan gunung berapi besar di Wrangellia Tpercay, wilayah yang kini berada di sepanjang pantai Alaska dan British Columbia menjadi salah satu pemicu utama hujan abadi itu.

Letusan itu menyuntikkan sejumlah besar gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, ke atmosfer. Sehingga, memperparah pemanasan global dan mengganggu keseimbangan uap air di stratosfer.

Paul Wignall, peneliti paleoenvironment, mengatakan kondisi iklim saat itu rentan terhadap hujan akibat benua-benua yang terkonsolidasi dalam Pangaea dan letusan besar memperburuk situasi tersebut.

“Letusan Wrangellia menyebabkan lonjakan pemanasan global yang besar, dengan dampak langsung pada atmosfer Bumi,” tambah ahli geosains, Jacopo Dal Corso.

Dampak Hujan Terus-Menerus

Hujan lebat yang berlangsung selama dua juta tahun di Bumi itu tidak hanya menyebabkan kerusakan iklim, tetapi juga menimbulkan kepunahan massal di lautan.

Spesies laut seperti amonoid, konodon, dan krinoid mengalami penurunan populasi secara drastis. Namun, di daratan, peristiwa itu justru membuka jalan bagi kemunculan dan penyebaran dinosaurus.

Menurut penelitian yang Journal of the Geological Society terbitkan, kepunahan besar-besaran tanaman dan herbivora utama membuat dinosaurus mulai mendominasi ekosistem.

Mereka dengan cepat berkembang dalam hal keanekaragaman, dampak ekologi, dan penyebaran global hingga ke semua benua.

Bukti pertama dari peristiwa hujan lebat Carnian itu pada 1980-an dari ahli geologi Alastair Ruffell dan Michael Simms. Mereka mengidentifikasi perubahan geologis di batuan merah di Bukit Lipe, Somerset, Inggris. Menunjukkan peralihan dari kondisi kekeringan parah menjadi sangat basah.

Meski pada awalnya penemuan mereka tidak masuk akal ke beberapa akademisi senior, bukti-bukti dari wilayah lain, seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Himalaya, mendukung teori mereka.

Kini, penelitian mengenai peristiwa hujan lebat Carnian semakin mendapat perhatian, dengan berbagai konferensi ilmiah untuk mempelajari fenomena itu.

Tags: bukti geologis hujan lebathujan dua juta tahuniklim ekstrem di Bumikebangkitan dinosauruskepunahan massalletusan gunung berapi WrangelliaPangaeaZaman Carnian
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ilustrasi zaman es. Foto: Wikimedia Commons

Begini Cara Kehidupan di Bumi Bertahan di Fase Paling Ekstrem 

byEffran
31/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kehidupan di bumi pernah mengalami fase paling ekstrem dalam sejarahnya. Pada periode tertentu, hampir seluruh permukaan...

PC Salimah Purbolinggo Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H Bersama TPA Annur

PC Salimah Purbolinggo Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H Bersama TPA Annur

byMustaan
25/01/2026

PURBOLINGGO (lampost.co) — Pimpinan Cabang (PC) Salimah Purbolinggo memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bersama anak-anak Taman Pendidikan...

patroli gajah

Karbon, Badak, Gajah dan Masa Depan Way Kambas di Tengah Pasar Karbon Indonesia

byMustaan
19/01/2026

TAMAN Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur selama ini dikenal bukan hanya sebagai surga konservasi satwa endemik. Tetapi juga...

Berita Terbaru

Travel Umroh Bandar Lampung Pastikan Jamaah Umrah Tetap Aman dan Khusyuk Beribadah
Humaniora

Travel Umroh Bandar Lampung Pastikan Jamaah Umrah Tetap Aman dan Khusyuk Beribadah

byAtika
02/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Salah satu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Bandar Lampung, travel Umrah memastikan seluruh jamaah yang berangkat...

Read moreDetails
Kementerian Haji dan Umrah Imbau Jamaah Tunda Keberangkatan Umrah

Kementerian Haji dan Umrah Imbau Jamaah Tunda Keberangkatan Umrah

02/03/2026
Orang Tua Sambut Pesantren Kilat di Sekolah, Perkuat Karakter Anak

Orang Tua Sambut Pesantren Kilat di Sekolah, Perkuat Karakter Anak

01/03/2026
Gelandang Inter Milan, Hakan Calhanoglu

Dimarco dan Calhanoglu Bawa Nerazzurri Jauhi Milan di Puncak Klasemen Serie A

01/03/2026
Pengamat Nilai Pesantren Kilat Penting untuk Bentuk Karakter Siswa

Pengamat Nilai Pesantren Kilat Penting untuk Bentuk Karakter Siswa

01/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.