• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 01/09/2025 00:28
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Oasis

Fosil Bayi Bermata Biru 17.000 Tahun Bukti Kehidupan Sulit di Zaman Es

EffranbyEffran
22/10/24 - 09:00
in Oasis
A A

Monopoli (Lampost.co) — Sebuah penemuan fosil bayi dari zaman es yang berusia sekitar 17.000 tahun di Italia teridentifikasi para peneliti. Fosil itu memberikan wawasan menarik tentang kehidupan manusia Paleolitikum, termasuk ciri fisik, kondisi kesehatan, dan hubungan genetis.

Kerangka bayi tersebut pertama kalinya dapat Mauro Calattini temukan pada 1998. Arkeolog dari Universitas Siena itu melakukan penggalian di Gua Grotta delle Mura di Monopoli, Italia.

Namun, studi lebih mendalam baru-baru ini mengungkapkan informasi penting mengenai jasad anak laki-laki tersebut.

Menurut laporan Live Science, bayi tersebut memiliki ciri fisik unik, yaitu mata biru cerah, kulit gelap, dan rambut keriting berwarna coklat tua hingga hampir hitam.

Peneliti memperkirakan fosil itu berasal dari kelompok pemburu dan pengumpul Villabruna yang menghuni Sisilia dan Italia selatan pada masa itu.

Berdasarkan analisis gigi, usia bayi itu baru sekitar 1 tahun 4 bulan saat meninggal. Gigi tersebut juga mengandung sembilan garis penanda stres fisiologis, yang menunjukkan bayi itu mengalami kesulitan besar selama masa hidupnya.

Bahkan, saat masih berada di dalam rahim ibunya. Para ilmuwan berhipotesis kondisi sang ibu selama kehamilan turut mempengaruhi kesehatan bayi tersebut.

Mutasi Genetik dan Kematian Dini

Penelitian DNA lebih lanjut mengungkap bayi itu mengalami mutasi genetik pada dua gen, yang mengakibatkan kardiomiopati hipertrofik.

Kondisi itu membuat dinding ventrikel kiri jantung menebal dan mengeras, sehingga mengurangi kemampuan jantung memompa darah. Para peneliti menyimpulkan adanya gagal jantung akibat kelainan tersebut sehingga menjadi penyebab kematian dini sang bayi.

Penelitian genom nuklir menemukan kedua orang tua bayi tersebut memiliki tingkat hubungan kekerabatan tinggi, yaitu sepupu pertama. Meski perkawinan sedarah tidak lazim di kalangan manusia Paleolitikum, praktik itu tampaknya terjadi di sebagian kecil komunitas pemburu-pengumpul pada masa itu.

“Analisis itu memungkinkan kami memahami kesehatan anak dan faktor stres yang terjadi selama masa bayi, bahkan saat masih dalam kandungan,” ujar Owen Alexander Higgins dan Alessandra Modi, penulis studi tersebut.

Fosil bayi itu tidak hanya memberikan wawasan tentang kehidupan dan tantangan kesehatan di masa lalu. Namun, turut membantu ilmuwan memahami pola migrasi dan praktik sosial manusia Paleolitikum di wilayah Italia selatan.

Penemuan itu menjadi bagian penting dalam upaya mengungkap lebih jauh tentang cara manusia bertahan hidup dan berkembang selama zaman es.

Tags: fosil bayi bermata birukehidupan manusia Paleolitikumperkawinan sedarah
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Kehidupan anak prasejarah. Dok

Begini Kehidupan Anak Prasejarah, Permainan hingga Pendidikan

byEffran
12/12/2024

Jakarta (Lampost.co) -- Kehidupan anak pada masa prasejarah ternyata memiliki banyak kesamaan dengan zaman modern, terutama dalam hal eksplorasi, pendidikan,...

Orang dengan penyakit kanker sedang dalam pemeriksaan dokter. Dok Freepik

2 Hewan ini Mampu Deteksi Kanker Lebih Awal dari Alat Canggih

byEffran
08/12/2024

Washington (Lampost.co) – Penelitian terbaru mengungkapkan terdapat dua hewan yang memiliki kemampuan untuk melakukan deteksi kanker lebih awal dari teknologi...

Retakan daratan bumi di Benua Afrika.

Retakan 6.400 Kilometer Daratan Bumi di Benua Afrika, Begini Dampaknya

byEffran
05/12/2024

Jakarta (Lampost.co) – Benua Afrika sedang mengalami fenomena geologi unik berupa retakan besar yang berpotensi membelah daratan bumi tersebut menjadi...

Load More
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.