• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 14/03/2026 21:42
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Oasis

Penyebab Utama Kepunahan Mamut Berbulu, Ternyata Akibat Butiran Kecil ini

EffranbyEffran
29/09/24 - 14:20
in Oasis
A A
Mamut adalah salah satu hewan purba. Science Photo Library

Mamut adalah salah satu hewan purba. Science Photo Library

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Salah satu misteri penyebab kepunahan hewan purba fenomenal, mamut berbulu, yang lama menjadi teka-teki mulai terungkap.

Sebuah studi baru mengindikasikan kepunahan mamut berbulu tidak hanya karena perburuan atau predator. Namun, berkaitan dengan ledakan vegetasi di zaman es terakhir.

Menurut penelitian terbaru, peningkatan vegetasi akibat pemanasan global pada akhir zaman es bisa menjadi penyebab kepunahan mamut berbulu dengan cara yang tidak terduga.

Peningkatan vegetasi itu melepaskan begitu banyak serbuk sari ke udara sehingga menyebabkan reaksi alergi pada hewan-hewan purba tersebut, mengganggu penciuman mereka.

Para peneliti berpendapat alergi serbuk sari itu mempengaruhi kemampuan mamut berbulu untuk berkomunikasi dan menemukan pasangan selama musim kawin. Kondisi itu secara signifikan menurunkan populasi mereka.

Penurunan kemampuan penciuman juga dapat mengganggu fungsi vital lainnya seperti mencari makanan, navigasi saat bermigrasi, dan mendeteksi predator. Hal itu mempercepat kepunahan spesies itu.

Salah satu cara untuk menguji hipotesis itu dengan menganalisis kandungan perut mamut yang membeku atau memeriksa feses fosil.

Para ilmuwan dapat mencari tanda-tanda reaksi alergi melalui keberadaan protein imun tertentu, seperti immunoglobulin E (IgE), yang sering berkaitan dengan reaksi alergi pada hewan modern. Namun, teori itu tidak sepenuhnya semua ilmuwan terima.

Seorang ahli biologi evolusi dari University at Buffalo, menyebut gagasan itu masih terlalu jauh dan sulit untuk pembuktian secara ilmiah. Meski demikian, ada bukti dari DNA purba yang mendukung hipotesis itu.

DNA mamut terakhir dari Pulau Wrangel menunjukkan kehilangan kemampuan untuk mencium aroma bunga tertentu. Temuan itu bisa menjadi petunjuk penciuman mereka memang terpengaruh alergi.

Meski studi itu membuka wawasan baru, banyak ahli tetap berpendapat kombinasi faktor lingkungan dan aktivitas manusia, seperti perubahan iklim, hilangnya habitat, dan perburuan sebagai faktor utama yang menyebabkan kepunahan mamut berbulu.

Untuk itu, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi alergi serbuk sari memang memainkan peran signifikan dalam proses kepunahan mereka.

Tags: ledakan vegetasi zaman espenyebab kepunahan mamutserbuk saristudi kepunahan mamut
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ilustrasi zaman es. Foto: Wikimedia Commons

Begini Cara Kehidupan di Bumi Bertahan di Fase Paling Ekstrem 

byEffran
31/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kehidupan di bumi pernah mengalami fase paling ekstrem dalam sejarahnya. Pada periode tertentu, hampir seluruh permukaan...

PC Salimah Purbolinggo Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H Bersama TPA Annur

PC Salimah Purbolinggo Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H Bersama TPA Annur

byMustaan
25/01/2026

PURBOLINGGO (lampost.co) — Pimpinan Cabang (PC) Salimah Purbolinggo memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bersama anak-anak Taman Pendidikan...

patroli gajah

Karbon, Badak, Gajah dan Masa Depan Way Kambas di Tengah Pasar Karbon Indonesia

byMustaan
19/01/2026

TAMAN Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur selama ini dikenal bukan hanya sebagai surga konservasi satwa endemik. Tetapi juga...

Berita Terbaru

Penyerang Villarreal, Nicolas Pepe (19)
Bola

Gol Dramatis Nicolas Pepe Selamatkan Villarreal

byIsnovan Djamaludin
14/03/2026

Vitoria-Gasteiz (Lampost.co)–Pertandingan pembuka pekan ke-28 La Liga musim 2025/2026 antara Deportivo Alaves melawan Villarreal berakhir dramatis. Bermain di Estadio de...

Read moreDetails
Balai TNWK dan masyarakat desa penyangga melakukan simulasi cara berwisata. Dok Balai TNWK

Presiden Prabowo Anggarkan Rp 839 Miliar untuk Restorasi Kawasan Way Kambas

14/03/2026
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat mengunjungi Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung. Dok Diskominfotik

Gubernur Lampung Dukung Penuh Banpres Rp839 M untuk Restorasi Taman Nasional Way Kambas

14/03/2026
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta. Dok Kemenhut

Presiden Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah dan Keppres Satgas Pembiayaan Taman Nasional

14/03/2026
logo bundesliga

Gladbach Tekuk St. Pauli 2-0, Kevin Diks Tampil Solid

14/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.