Paris (Lampost.co)–Liverpool akan bertandang ke markas Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions yang akan berlangsung di Parc des Princes, Kamis (9/4/2026), pukul 02.00 WIB. Pelatih The Reds, Arne Slot, memandang pertandingan krusial ini sebagai sebuah “kesempatan kedua” bagi anak asuhnya untuk membuktikan kapasitas mereka di tengah performa tim yang masih inkonsisten musim ini.
Kondisi kedua tim cukup kontras menjelang laga ini. Liverpool baru saja menelan pil pahit setelah digilas Manchester City dengan skor telak 0-4 di babak perempat final Piala FA. Sebaliknya, PSG asuhan Luis Enrique sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah memetik kemenangan meyakinkan 3-1 atas Toulouse di kasta tertinggi Liga Prancis.
Belajar dari Luka di Etihad
Dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan, Arne Slot menegaskan kekalahan dari City menjadi pelajaran berharga. Ia melihat kemiripan antara gaya bermain City dan PSG, yang menuntut konsentrasi penuh sepanjang 90 menit. Slot ingin timnya menunjukkan performa solid seperti yang mereka tampilkan di awal laga melawan City, namun dengan durasi yang lebih lama.
“Saya melihat ini sebagai tantangan sekaligus kesempatan kedua. Dalam hidup, mendapatkan kesempatan kedua itu hal yang baik. City dan PSG mirip dari segi kualitas dan gaya bermain. Ini kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa kami bukan tim yang tampil buruk selama 20 menit di Etihad, melainkan tim yang tampil solid seperti di awal laga,” ujar Slot mengutip laman resmi klub, Rabu (8/4/2026).
Memori Pahit Musim Lalu dan Perubahan Skuad
Pertemuan kali ini merupakan ulangan babak 16 besar Liga Champions musim lalu. Kala itu, Liverpool sebenarnya sempat unggul 1-0 pada leg pertama, namun PSG berhasil membalas di Anfield dan menyingkirkan The Reds melalui drama adu penalti.
Slot mencatat ada perbedaan mendasar pada pertemuan tahun ini. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, PSG memiliki keunggulan dalam hal stabilitas skuad.
“Perbedaan besar adalah PSG mempertahankan skuadnya, sementara tim kami cukup banyak berubah dari musim lalu,” kata mantan pelatih Feyenoord tersebut. Perubahan ini menuntut adaptasi cepat dari para pemain baru Liverpool untuk bisa mengimbangi kematangan koordinasi pemain PSG.
Mentalitas Bangkit di Tengah Inkonsistensi
Meskipun performa Liverpool musim ini seperti roller coaster, Slot tetap menaruh kepercayaan penuh pada DNA klub. Ia merujuk pada sejarah panjang Liverpool yang terkenal memiliki mentalitas baja saat menghadapi situasi sulit atau setelah menderita hasil mengecewakan.
“Memang benar performa kami tidak konsisten musim ini. Namun, Liverpool selalu mampu bangkit di saat sulit. Contoh terbaru adalah melawan Galatasaray—kami tampil buruk di tandang, tetapi sangat baik di kandang. Sekarang kami harus menunjukkan mentalitas itu lagi—terus bangkit setelah kekecewaan,” ujar Slot.
Laga di Parc des Princes nanti akan menjadi pembuktian apakah Mo Salah dan kawan-kawan mampu meredam agresi lini serang PSG demi mengamankan modal berharga sebelum melakoni leg kedua di Anfield pekan depan.









