Jakarta (Lampost.co) — Harapan Timnas Indonesia untuk mendapatkan tenaga bek muda berbakat, Ryan Flamingo, pupus. Aturan FIFA menjadi kendala pemain keturunan Jawa-Suriname ini membela skuad Garuda meskipun memiliki darah Indonesia.
Poin Penting:
-
Ryan Flamingo tidak bisa membela Timnas Indonesia karena aturan FIFA.
-
Garis keturunannya dari Indonesia berasal dari buyutnya (generasi keempat atau kelima).
-
Satu-satunya cara adalah bermain di Indonesia selama lima tahun.
Selama beberapa tahun terakhir, PSSI aktif mencari pemain keturunan di luar negeri untuk dinaturalisasi demi memperkuat tim nasional. Terbaru, Ole Romeny resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI) dan segera bergabung dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret mendatang.
Di Eropa, banyak pemain berdarah Indonesia berkarier di berbagai liga, salah satunya di Liga Belanda. Nama Ryan Flamingo mencuat sebagai calon potensial masuk program naturalisasi setelah media Belanda, Voetbal Primeur, mengungkap bek PSV Eindhoven ini memiliki garis keturunan Indonesia.
Baca juga: Gelandang Alternatif jika Lawan Australia dan Bahrain tanpa Jairo Riedewald
Fakta Keturunan
Rumor ini semakin menguat setelah akun Instagram @voetbalprimeur menyebut Flamingo masih bisa memilih Tim Nasional Indonesia atau Suriname. Menariknya, Flamingo merespons unggahan tersebut dengan memberikan emoji bendera Merah Putih. Bahkan, di profil media sosialnya, pemain berusia 22 tahun ini memasang bendera Indonesia, menegaskan keterikatannya dengan Tanah Air.
Namun, peluangnya membela Timnas Indonesia hampir mustahil karena aturan FIFA yang ketat mengenai naturalisasi pemain. Sesuai regulasi, pemain hanya bisa berganti federasi jika memiliki garis keturunan hingga generasi ketiga—yakni orang tua atau kakek-nenek.
Generasi Keempat
Informasi dari mantan pemain junior Liga Belanda asal Indonesia, Yussa Nugraha, menyebut keturunan Indonesia dalam diri Ryan Flamingo berasal dari buyutnya atau generasi keempat, bahkan kelima.
“Dari informasi yang aku dapatkan, Ryan Flamingo itu keturunan Jawa-Suriname dan itu dari pihak buyutnya,” ujar Yussa dalam kanal YouTube-nya pada 2024 lalu.
Dengan demikian, Ryan tidak memenuhi syarat langsung membela Indonesia melalui jalur keturunan.
Satu-Satunya Peluang
Secara aturan, satu-satunya cara agar Ryan Flamingo bisa berseragam Timnas Indonesia adalah dengan bermain di kompetisi domestik selama minimal lima tahun. Namun, hal ini bukanlah pilihan mudah bagi pemain yang saat ini membela klub besar seperti PSV Eindhoven.
“Kalau Ryan Flamingo ingin bermain untuk Timnas Indonesia, dia harus menunggu dua sampai lima tahun,” kata Yussa.
Dengan karier yang sedang berkembang pesat di Eropa, tampaknya kecil kemungkinan Flamingo akan memilih pindah ke Liga Indonesia demi memenuhi aturan FIFA.
Performa Impresif di Eropa
Terlepas dari statusnya yang tidak bisa membela Timnas Indonesia, performa Ryan Flamingo di PSV Eindhoven musim ini terbilang luar biasa.
Berdasarkan data Transfermarkt, Flamingo telah tampil dalam 35 pertandingan di semua kompetisi musim ini, mencetak 3 gol dan menyumbang 3 assist. Prestasinya semakin mencuri perhatian setelah mencetak gol penentu kemenangan PSV atas Juventus dalam laga play-off 16 besar Liga Champions, Kamis, 20 Februari 2025.
Dengan catatan tersebut, Flamingo semakin menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu bek muda berbakat di Eropa. Sayangnya, karena regulasi FIFA, Indonesia harus mengubur harapan menjadikannya bagian dari skuad Garuda.