Leverkusen (Lampost.co)–Stadion BayArena menjadi saksi bisu sebuah pertandingan luar biasa dengan drama sembilan gol. Bayer Leverkusen menunjukkan mental baja saat menjamu tim papan bawah, Wolfsburg, dalam lanjutan Bundesliga pekan ke-28, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol di babak pertama, skuad asuhan Kasper Hjulmand berhasil melakukan comeback fantastis untuk mengunci kemenangan telak 6-3.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Wolfsburg yang kini memperpanjang rekor buruk mereka menjadi 11 pertandingan liga beruntun tanpa kemenangan. Bagi Leverkusen, tambahan tiga poin ini sangat krusial untuk menjaga asa mereka bersaing di papan atas demi memperebutkan tiket Liga Champions musim depan.
Babak Pertama yang Intens: Drama Tiga Penalti
Pertandingan mulai dengan kejutan besar dari tim tamu. Wolfsburg langsung menggebrak dan unggul cepat melalui aksi Jonas Wind. Penyerang jangkung tersebut memanfaatkan kekuatan fisiknya untuk melewati hadangan Loic Bade sebelum menaklukkan kiper Mark Flekken dengan penyelesaian dingin.
Baca juga: Pemain Pengganti Jadi Pahlawan, Dortmund Bungkam Stuttgart di MHPArena
Leverkusen merespons dengan cepat. Tuan rumah mendapatkan hadiah penalti setelah Joakim Maehle dianggap melanggar Ibrahim Maza di area terlarang. Alex Grimaldo yang maju sebagai algojo dengan tenang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, kegembiraan publik BayArena tidak bertahan lama. Maehle membayar tuntas kesalahannya dengan mencetak gol indah dari jarak jauh yang membawa Wolfsburg kembali memimpin.
Situasi makin memburuk bagi tuan rumah ketika wasit kembali menunjuk titik putih setelah peninjauan VAR atas pelanggaran Edmond Tapsoba terhadap Mohamed Amoura. Gelandang veteran Christian Eriksen yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugas membawa Wolfsburg memimpin nyaman 3-1. Beruntung bagi Leverkusen, tepat sebelum turun minum, Grimaldo kembali mencetak gol lewat sepakan rendah akurat yang mengubah skor menjadi 3-2 sekaligus memberikan napas bagi timnya.
Momentum Kebangkitan Leverkusen di Paruh Kedua
Memasuki babak kedua, pelatih Kasper Hjulmand melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Patrik Schick untuk menambah daya gedor. Keputusan ini terbukti jenius.
Tidak butuh waktu lama, Nathan Tella dijatuhkan di kotak penalti. Schick yang mengambil alih peran eksekutor sukses menyamakan skor menjadi 3-3.
Dengan momentum yang sepenuhnya beralih ke tuan rumah, lini pertahanan Wolfsburg mulai kocar-kacir. Edmond Tapsoba membalikkan keadaan menjadi 4-3 setelah memenangi kemelut di depan gawang. Wolfsburg yang mulai kehilangan fokus kembali kebobolan melalui skema sepak pojok apik yang dapat Ibrahim Maza selesaikan dengan sempurna.
Malik Tillman menutup pesta gol Leverkusen pada menit-menit akhir pertandingan, memastikan kemenangan meyakinkan 6-3. Kekalahan ini membuat Wolfsburg tertahan di posisi ke-17 klasemen, terpaut tiga poin dari zona play-off degradasi. Sementara itu, Bayer Leverkusen tetap kokoh di peringkat keenam, hanya tertinggal empat poin dari zona empat besar.








