Kemenangan supermasif ini menjadi penutup musim yang sangat manis bagi Bhayangkara FC di hadapan publik sendiri.
Bandar Lampung (Lampost.co)–Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses menutup kiprah mereka di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 dengan catatan yang sangat fantastis. Menjamu tim juru kunci, PSBS Biak, di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (23/5/2026) malam WIB, tim berjuluk The Guardians of Saburai tersebut mengamuk dan melumat tamunya 7-0 .
Kemenangan supermasif ini menjadi penutup musim yang sangat manis bagi Bhayangkara FC di hadapan publik sendiri. Luar biasanya, pesta gol ini mereka raih dengan 10 orang sejak akhir babak pertama akibat kartu merah sang striker Dendy Sulistyawan.
Sejak peluit awal berbunyi, Bhayangkara FC langsung memperagakan permainan menekan dengan intensitas tinggi. Peluang pertama tuan rumah lahir pada menit ke-8 melalui tendangan voli keras Dendy Sulistyawan. Namun, bola masih mampu kiper PSBS Biak, Dimas Galih, tepis secara gemilang.
Dua menit berselang, Ryo Matsumura sempat menggetarkan jala gawang PSBS Biak usai memanfaatkan umpan matang Moussa Sidibe. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena posisi sang pemain sudah terjebak offside. Nasib serupa kembali terjadi pada menit ke-20. Gol indah Moussa Sidibe lewat sepakan cungkil ciamik menyambut umpan lambung Wahyu Subo Seto juga tidak wasit sahkan karena offside.
Kebuntuan armada Paul Munster akhirnya pecah pada menit ke-24. Setelah meninjau video assistant referee (VAR), wasit memberikan hadiah penalti pada Bhayangkara FC. Sebaba, terjadi pelanggaran keras terhadap Henri Doumbia di kotak terlarang. Wahyu Subo Seto yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugas dengan dingin dan membawa Bhayangkara unggul 1-0.
Keunggulan Bhayangkara FC bertambah lebar pada menit ke-38 lewat kerja sama apik di lini depan. Umpan tarik melintang Moussa Sidibe bisa Dendy Sulistyawan selesaikan dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Hanya tiga menit kemudian (41′), Dendy kembali mencetak gol keduanya (brace). Dia menyambut umpan matang Ryo Matsumura dengan penyelesaian akhir yang dingin, membawa Bhayangkara unggul telak 3-0.
Namun, akhir babak pertama justru terjadi drama kartu merah. Dendy Sulistyawan menerima kartu kuning pertama pada menit ke-44 akibat pelanggaran taktis di lini tengah.
Memasuki masa injury time, ia melakukan kecerobohan dengan menjegal pemain lawan, sehingga wasit tanpa ragu melayangkan kartu kuning kedua yang diikuti kartu merah. Bhayangkara FC pun harus bermain dengan 10 orang sebelum turun minum.
Memasuki interval babak kedua, meski kalah dalam jumlah personel di atas lapangan, Bhayangkara FC justru tampil makin dominan dan memegang kendali penuh permainan. Di sisi lain, PSBS Biak sempat melakukan penyegaran di sektor pertahanan dengan memasukkan kiper pengganti, Solvanus Juan Carlos Madjar, namun pergantian tersebut gagal membendung agresivitas tuan rumah.
Pada menit ke-53, umpan lambung akurat Moussa Sidibe bersambut bek timnas, Muhammad Ferrari. Setelah mengitrolnya dengan dada, Ferrari menyelesaikannya menjadi gol berkelas untuk memperlebar skor menjadi 4-0.
Tiga menit berselang (56′), Moussa Sidibe akhirnya ikut mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi sepakan kaki kiri jarak jauh yang sangat akurat ke sudut gawang lawan.
Dominasi tanpa ampun The Guardians of Saburai berlanjut pada menit ke-61. Lewat skema serangan balik cepat, umpan terobosan akurat Firza Andika berhasil Heri Doumbia maksimalkan dengan sempurna untuk mengubah papan skor menjadi kian mencolok 6-0.
Pelatih Paul Munster kemudian memasukkan Ilija Spasojevic menggantikan Doumbia pada menit ke-71 untuk menyegarkan lini serang. Pesta gol di Stadion Sumpah Pemuda akhirnya resmi berakhir pada menit ke-81. Berawal dari umpan matang Ginanjar Wahyu, sundulan Spasojevic membuat bola liar di depan gawang sebelum akhirnya Ryan Kurnia sambar dengan sundulan cepat yang memastikan kemenangan mutlak 7-0.
PSBS Biak sempat sesekali keluar mengancam pada menit ke-84 melalui eksekusi tendangan bebas melengkung Damianus Yano Putra. Namun, kiper pengganti Bhayangkara, Rakasurya Handika Aryabagasakti, tampil sangat sigap mengamankan gawang dari kebobolan. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya laga berbunyi, skor 7-0 tidak berubah untuk kemenangan mutlak Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Tambahan tiga poin berharga dari laga pamungkas ini sukses membawa Bhayangkara FC finis di posisi lima besar klasemen akhir kompetisi dengan torehan akumulasi 53 poin. Sebaliknya, hasil minor ini mempertegas nasib tragis PSBS Biak yang resmi harus terdegradasi ke kasta kedua musim depan setelah terpuruk mendekam di dasar klasemen akhir dengan hanya mengoleksi 18 poin sepanjang musim.
Bhayangkara Presisi Lampung FC: Aqil Savik (PG) (Rakasurya Handika 82′); Muhammad Ferrari, Wahyu Subo Seto, Firza Andika, Ginanjar Wahyu, Ryo Matsumura, Moussa Sidibe, Henri Doumbia (Ilija Spasojevic 71’), Dendy Sulistyawan, Ryan Kurnia, Putu Gede.
Pelatih: Paul Munster
PSBS Biak: Dimas Galih (PG) (Solvanus Juan Carlos 46′); Samuel Viktor Gwijangge, Damianus Yano Putra, Nelson Alom, Beto Goncalves, Marckho Sandy, Muhammad Tahir, Ruben Sanadi, Yohanis Nabar, Jeam Kelly Sroyer, Octovianus Kapisa.
Pelatih: Juan Esnaider
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update