Jakarta (Lampost.co)—Pelatih Kepala Botafogo, Renato Paiva, menyebut kemenangan mengejutkan timnya atas Paris Saint-Germain (PSG) di Piala Dunia Antarklub 2025 sebagai buah dari permainan kolektif, yang disebutnya sebagai racun yang sama yang PSG gunakan.
Poin penting:
- Botafogo membuat kejutan dengan mengalahkan juara Liga Champions 2024/2025 Paris Saint-Germain (PSG)
- Botafogo mengalahkan PSG dengan gaya permainan sang lawan
- Botafogo memberikan pelajaran penting soal permainan kolektif
“Kami membunuh PSG dengan racun mereka sendiri,” kata Paiva mengutip laman FIFA di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
“Yaitu dengan menjadi tim yang hebat, bermain bersama, bertahan bersama, dan menyerang bersama. Itulah rahasia besar PSG selama ini. Dan hari ini, kami menggunakan rahasia itu untuk mengalahkan mereka.”
Baca juga: Kejutan, Botafogo Tekuk PSG 1-0
Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0, Botafogo tidak hanya mematahkan prediksi, tetapi juga memberikan pelajaran penting soal permainan kolektif di tengah dominasi individu di panggung sepak bola dunia.
Kapten Botafogo, Marlon Freitas, turut menegaskan tekad dan kepercayaan tim menjadi faktor utama dalam keberhasilan tersebut.
“Mungkin bagi banyak orang, kami hanya punya satu persen peluang. Tapi bagi kami, satu persen itu sangat berarti,” kata Freitas.
“Kisah ini belum selesai, kami harus terus menulisnya.”
Paiva menambahkan kemenangan ini bukan hanya untuk Botafogo, melainkan untuk semua pelatih dan pemain Brasil yang terus berjuang mengangkat kembali nama besar sepak bola Negeri Samba.
Klub wakil Brasil, Botafogo, membuat kejutan besar di ajang Piala Dunia Antarklub 2025. Mereka menaklukkan juara Liga Champions 2024/2025, Paris Saint-Germain (PSG), dengan skor tipis 1-0 dalam laga kedua Grup B di Pasadena California, Jumat (20/6/2025) WIB.
Gol semata wayang Botafogo tercipta lewat striker muda Igor Jesus pada menit ke-36. Aksi individu gemilang tidak mampu lini belakang PSG bendung.
Gol tersebut sekaligus mengakhiri rentetan 12 gol tanpa kebobolan PSG dalam tiga laga terakhir mereka di Piala Prancis, final Liga Champions, dan laga pembuka Piala Dunia Antarklub.