Keberhasilan ini terasa kian spesial dan mengukuhkan reputasi sang manajer Aston Villa, Unai Emery.
Istanbul (Lampost.co)–Sejarah baru resmi tercipta di panggung sepak bola Eropa. Klub asal Inggris, Aston Villa, sukses mengukir tinta emas setelah berhasil keluar sebagai kampiun dan merebut gelar bergengsi Liga Europa musim 2025/2026. Skuad berjuluk The Villans tersebut tampil perkasa dengan menumbangkan wakil Jerman, Freiburg, lewat skor meyakinkan 3-0 pada partai puncak yang digelar di Tupras Stadium, Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.
Tiga gol kemenangan mutlak klub asal Birmingham ini masing-masing lesakkan Youri Tielemans pada menit ke-40. Kemudian, Emiliano Buendia pada masa injury time babak pertama (45+2′) dan aksi impresif Morgan Rogers pada paruh kedua (57′).
Keberhasilan ini terasa kian spesial dan mengukuhkan reputasi sang manajer, Unai Emery. Juru taktik genius berusia 55 tahun tersebut makin menegaskan statusnya sebagai raja diraja dan pelatih tersukses dalam sejarah turnamen kasta kedua Benua Biru tersebut dengan koleksi lima gelar juara dunia manajerial—setelah sebelumnya sukses besar bersama Sevilla (3 kali) dan Villarreal (1 kali).
Sejak wasit meniup peluit babak pertama, Aston Villa langsung tampil menggebrak dengan mengusung skema permainan ofensif. Anak-asuh Unai Emery tersebut langsung memegang kendali penuh terhadap aliran bola dan terus-menerus menggempur barisan pertahanan Freiburg yang tampak kedodoran.
Meski mendominasi, rapatnya lini belakang Freiburg sempat membuat sejumlah peluang Villa kandas. Kerja keras dan kesabaran Aston Villa baru membuahkan hasil manis pada menit ke-40. Berawal dari pergerakan taktis Morgan Rogers yang mengirimkan umpan matang, gelandang asal Belgia, Youri Tielemans, dengan tenang sukses menyarangkan bola ke dalam gawang untuk membuka keunggulan menjadi 1-0.
Alih-alih bangkit, konsentrasi Freiburg kembali pecah di penghujung laga. Menjelang turun minum, tepatnya pada masa injury time menit ke-45+2′, The Villans sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Kali ini giliran penyerang lubang Emiliano Buendia yang mencatatkan namanya di papan skor setelah mengonversi asis ciamik dari sang kapten, John McGinn. Skor dua gol tanpa balas bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Freiburg yang kalah dalam aspek penguasaan bola mencoba melakukan perubahan strategi. Sang pelatih memasukkan sejumlah tenaga baru guna mengejar ketinggalan dan meningkatkan intensitas serangan.
Namun, alih-alih memperkecil kedudukan, gawang Freiburg justru kembali bergetar pada menit ke-57. Lewat sebuah skema serangan balik yang sangat rapi, Morgan Rogers memantapkan kemenangan Aston Villa menjadi 3-0. Rogers dengan cerdik memanfaatkan umpan akurat dari Emiliano Buendia untuk memperdaya kiper lawan.
Di sisa waktu pertandingan, Freiburg terus berusaha mencari gol hiburan, namun disiplinnya lini pertahanan Villa yang dikomandoi Emiliano Martinez membuat semua upaya tim Jerman tersebut sia-sia. Tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang berbunyi, dan Aston Villa resmi menyegel trofi pertama mereka di ajang Liga Europa.
Raihan emas di Istanbul ini sekaligus menambah koleksi trofi kontinental di lemari piala Aston Villa. Ini menjadi gelar keempat mereka di kompetisi Eropa. Jauh sebelum era modern ini, Villa tercatat pernah mencicipi kejayaan tertinggi di Piala Champions (1982), Piala Super Eropa (1982/1983), serta Piala Intertoto UEFA (2001).
Di sisi lain, nama Unai Emery kini abadi dalam buku sejarah sepak bola Eropa. Tambahan satu trofi ini membuatnya mengoleksi lima gelar Liga Europa. Catatan fantastis ini bisa saja bertambah andai ia tidak menelan kekalahan di laga final saat menakhodai Arsenal beberapa tahun silam. Kejeniusan taktis Emery kembali terbukti sahih dalam membawa tim semenjana bertransformasi menjadi kekuatan menakutkan di Benua Biru.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update