Meski Lille harus menelan kekalahan pahit 0-2 dari Auxerre, kepastian finis di posisi papan atas tetap membuat seluruh isi stadion merayakan pesta kelolosan ke Eropa.
Lille (Lampost.co)–Kabar membanggakan datang dari panggung sepak bola tertinggi Prancis, Ligue 1 musim 2025/2026. Klub raksasa Prancis, LOSC Lille, resmi mengunci satu tiket otomatis UEFA Champions League (UCL) musim 2026/2027.
Istimewanya, keberhasilan ini turut mengukir sejarah bagi sepak bola Tanah Air. Sebab, Lille diperkuat bek kiri andalan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Meski pada pertandingan pekan pamungkas tersebut Lille harus menelan kekalahan pahit 0-2 dari tim tamu Auxerre, kepastian finis di posisi papan atas tetap membuat seluruh isi stadion merayakan pesta kelolosan ke Eropa.
Pertandingan penutup musim ini digelar di markas besar Lille, Stadion Pierre-Mauroy, Senin (18/5/2026) dini hari WIB. Berdasarkan data laman resmi Liga Prancis, Auxerre sukses mencuri poin penuh berkat dua gol borongan (brace) penyerang tajam mereka, Lassine Sinayoko, pada menit ke-32 dan menit ke-90.
Kendati harus kehilangan poin di kandang sendiri, skuad asuhan pelatih Bruno Genesio ini tetap berhak tersenyum lebar di akhir laga. Lille menuntaskan kompetisi Ligue 1 musim ini dengan bertengger di peringkat ketiga klasemen akhir lewat koleksi 61 poin. Sesuai dengan regulasi, posisi tiga besar di Liga Prancis berhak lolos otomatis langsung ke fase grup Liga Champions musim depan tanpa melalui babak kualifikasi.
Kepastian Lille mengamankan posisi ketiga ini setelah pesaing terdekat mereka di tabel klasemen, Olympique Lyon, secara mengejutkan kalah telak dengan skor mencolok 0-4 dari RC Lens pada pertandingan lainnya. Akibat hasil minor tersebut, Lyon harus puas finis di posisi keempat dengan torehan 60 poin dan terpaksa harus berjuang melalui jalur kualifikasi untuk bisa menyusul Lille ke UCL.
Di sisi lain, kemenangan krusial atas Lille ini juga menjadi berkah luar biasa bagi Auxerre. Tambahan tiga angka ini memastikan Auxerre resmi selamat dari ancaman jurang degradasi ke kasta kedua. Mereka menutup musim kompetisi dengan berada di peringkat ke-15 lewat raihan total 34 poin.
Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung fanatiknya sendiri, Lille sebenarnya langsung mengambil inisiatif menyerang dan tampil menekan sejak awal babak pertama. Namun, Auxerre yang datang dengan misi hidup-mati demi bertahan di kasta tertinggi Ligue 1 mampu memeragakan permainan bertahan yang sangat disiplin, rapat, serta efektif dalam memanfaatkan peluang serangan balik.
Tim tamu sejatinya sempat menggetarkan jala gawang Lille lebih awal pada menit ke-23 melalui aksi Sinaly Diomande. Beruntung bagi tuan rumah, setelah peninjauan ulang melalui video assistant referee (VAR), wasit resmi menganulir gol tersebut karena terbukti terjadi pelanggaran lebih dahulu dalam proses membangun serangan.
Gawang Lille akhirnya benar-benar bobol pada menit ke-32. Memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah, Lassine Sinayoko sukses menaklukkan kiper Berke Ozer untuk membawa Auxerre memimpin 1-0. Skor tipis ini bertahan hingga kedua tim turun minum.
Memasuki paruh kedua jalannya pertandingan, pelatih Bruno Genesio melakukan perombakan strategi demi menambah daya gedor sekaligus memperkuat lini pertahanan. Juru taktik Lille tersebut memasukkan bek sayap Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Masuknya Verdonk demi memberikan stabilitas di sektor kiri pertahanan dan membantu opsi variasi serangan balik.
Lille terus berupaya keras mengurung pertahanan lawan demi mencari gol penyama kedudukan. Namun, rapatnya barikade pertahanan berlapis yang Auxerre terapkan membuat rentetan peluang emas Jonathan David dan kolega selalu gagal menjadi gol.
Keasyikan menyerang dengan garis pertahanan yang terlalu terbuka di menit-menit akhir justru berbuah petaka bagi Lille. Melalui skema serangan balik cepat yang mematikan pada menit ke-90, Auxerre berhasil mengunci kemenangan mutlak setelah Lassine Sinayoko kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Meskipun menutup laga pamungkas dengan hasil minor, atmosfer Stadion Pierre-Mauroy tetap penuh dengan riuh tepuk tangan dan perayaan sukacita dari para pemain, jajaran pelatih, hingga suporter. Mereka tetap merayakan keberhasilan besar mengamankan target utama berlaga di panggung elite Liga Champions musim depan.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update