London (Lampost.co)–Era baru di Tottenham Hotspur Stadium resmi mulai. Pelatih anyar asal Italia, Roberto de Zerbi, secara terbuka menyatakan komitmen membangun proyek jangka panjang bersama The Lilywhites. Meski datang di tengah situasi krisis, eks juru taktik Brighton & Hove Albion ini menegaskan ambisinya bertahan lama. Sekaligus membawa klub keluar dari ancaman degradasi Premier League.
Penunjukan De Zerbi dengan kontrak berdurasi lima tahun menjadi sinyal kuat manajemen Spurs menginginkan perubahan filosofi permainan yang mendalam. Namun, sebelum melangkah ke visi jangka panjang, De Zerbi harus menghadapi realita pahit di depan mata: menyelamatkan Tottenham dari jurang maut di sisa musim 2025/2026.
Kebanggaan dan Komitmen Jangka Panjang
Dalam pernyataan resminya melalui laman klub pada Kamis (2/4/2026), De Zerbi mengungkapkan rasa bangganya dipercaya menakhodai salah satu klub London terbesar. Ia mengaku tidak ingin sekadar menjadi pelatih interim atau “pemadam kebakaran”, tapi ingin menancapkan fondasi kesuksesan untuk tahun-tahun mendatang.
Baca juga: Proyek Spurs Membuat De Zerbi Bergabung
“Ini sebuah kehormatan dan saya sangat bangga menjadi pelatih kalian. Saya ingin memberikan yang terbaik. Saya ingin bertahan lama di klub besar ini,” ujar De Zerbi dengan penuh keyakinan. Komitmen ini menjadi angin segar bagi para suporter yang merindukan stabilitas di kursi kepelatihan.
Waktu Sempit Menuju Debut Lawan Sunderland
Tantangan pertama De Zerbi adalah waktu. Ia baru bisa memimpin skuad secara utuh pada Jumat (3/4), saat para pemain yang menjalankan tugas internasional kembali ke pusat latihan di Hotspur Way. Praktis, De Zerbi hanya memiliki waktu sekitar sepekan untuk menularkan filosofi ball-possession miliknya sebelum laga debut.
Tottenham akan bertandang ke markas Sunderland pada 12 April mendatang. Laga ini menjadi sangat krusial mengingat posisi Spurs yang saat ini tercecer di peringkat ke-17 klasemen sementara, hanya unggul satu poin dari zona merah dengan tujuh pertandingan tersisa. Kekalahan di laga debut bisa berakibat fatal bagi posisi klub di tabel liga.
Badai Cedera Memperkeruh Situasi
Masalah De Zerbi tidak berhenti pada adaptasi taktik. Ia mewarisi skuad yang sangat pincang akibat badai cedera yang tidak kunjung usai. Gelandang muda Pape Sarr menjadi nama terbaru yang masuk ruang perawatan setelah mengalami masalah bahu saat membela Tim Nasional Senegal melawan Gambia.
Absennya Sarr menambah daftar panjang pemain kunci yang tidak bisa turun. De Zerbi harus memutar otak karena nama-nama besar seperti kiper utama Guglielmo Vicario, Ben Davies, Rodrigo Bentancur, James Maddison, Dejan Kulusevski, hingga penyerang seperti Wilson Odobert, Mathys Tel, dan Mohammed Kudus masih berjuang dalam proses pemulihan.
Dengan opsi skuad yang sangat terbatas, kemampuan manajerial De Zerbi akan benar-benar diuji sejak menit pertama. Mampukah sang inovator taktik asal Italia ini membawa Tottenham bangkit dari keterpurukan dan memulai era barunya dengan raihan poin penuh di Stadium of Light?








