Bandar Lampung (Lampost.co) — Setelah resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menyerahkan tongkat estafet kepada Patrick Kluivert, legenda sepak bola asal Belanda. Kehadiran Kluivert sebagai nakhoda baru skuad Garuda membawa asa baru, terutama bagi deretan pemain yang sebelumnya terpinggirkan di era Shin Tae-yong. Strategi dan pendekatan baru Kluivert diharapkan membuka asa bagi deretan pemain itu untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia.
Poin Berita:
-
Patrick Kluivert menggantikan Shin Tae-yong.
-
Peluang kembalinya pemain-pemain yang sebelumnya tersingkirkan.
-
Harapan terhadap strategi baru Kluivert.
Pemain-pemain dengan Kesempatan Kedua
1.Elkan Baggott
Elkan Baggott, bek tengah bertinggi 196 cm, sempat menjadi andalan Shin Tae-yong di ajang Piala AFF 2020 dan Piala Asia 2023. Namun, sejak pertengahan 2024, namanya mulai hilang dari skuad Garuda. Masalah indisipliner menjadi penyebab utama absennya Elkan, meski ia memiliki kualitas sebagai bek andal. Era Patrick Kluivert mungkin menjadi momen membuka asa kembalinya pemain muda ini ke Timnas.
2.Saddil Ramdani
Saddil Ramdani juga memiliki perjalanan karier yang serupa. Pemain sayap yang pernah menjadi andalan di kualifikasi Piala Dunia 2026 tiba-tiba terbuang dari skuad Piala Asia 2023. Saddil, yang kini bermain untuk Sabah FC, memiliki peluang besar kembali jika mampu menunjukkan performa impresif di level klub. Kluivert mungkin melihat potensi Saddil sebagai senjata penting di lini serang.
Baca juga: Timnas Indonesia Gelar Laga Persahabatan Lawan Juara Piala Eropa
3.Rachmat Irianto
Berbeda dengan Elkan dan Saddil, Rachmat Irianto, atau Rian, tidak memiliki isu indisipliner. Namun, kehadiran pemain baru, seperti Ivar Jenner dan Sandy Walsh, membuat posisinya tergeser. Pemain serbabisa ini, yang mampu bermain sebagai gelandang bertahan, bek kanan, dan bek tengah, masih berpeluang besar menarik perhatian Kluivert dengan konsistensinya di Persib Bandung.
4.Ezra Walian
Ezra Walian, penyerang jebolan akademi AZ Alkmaar dan Ajax, sempat menjadi bagian dari Timnas Indonesia pada awal kepelatihan Shin Tae-yong. Namun, persaingan ketat di lini depan membuat namanya meredup. Dengan pengalaman dan latar belakang sepak bola Belanda, Ezra bisa menjadi pilihan strategis Kluivert untuk memperkuat lini serang Garuda.
5.Stefano Lilipaly
Stefano Lilipaly, pemain yang kini berusia 35 tahun, kurang cocok dengan gaya bermain Shin Tae-yong. Meski demikian, pengalaman internasional dan kreativitas Lilipaly bisa menjadi aset berharga di era Kluivert. Ia perlu membuktikan usia bukan halangan untuk bersaing di level tertinggi.
Asa di Era Patrick Kluivert
Setiap pelatih membawa filosofi dan pendekatan yang berbeda, termasuk Patrick Kluivert. Pergantian kepelatihan ini membuka asa baru bagi deretan pemain yang sebelumnya terpinggirkan. Selain itu, pengalaman Kluivert sebagai pemain dan pelatih di level internasional menjadi asa untuk bisa membawa perubahan positif bagi Timnas Indonesia.
Namun, asa ini tetap bergantung pada kemampuan deretan pemain tersebut untuk membuktikan kualitas dan konsistensinya di level klub maupun internasional. Apakah para deretan pemain itu mampu memanfaatkan kesempatan ini? Hanya waktu yang akan menjawab.