Padang (Lampost.co)—Pertandingan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 antara Semen Padang FC dan PSIM Yogyakarta berakhir dengan skor kacamata. Duel yang berlangsung di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam tersebut berbuntut panjang dengan keputusan manajemen Kabau Sirah memutus kerja sama dengan pelatih kepala Dejan Antonic.
Hasil imbang ini terasa seperti kekalahan bagi publik tuan rumah. Pasalnya, Semen Padang unggul jumlah pemain sejak babak pertama setelah gelandang PSIM Yogyakarta, Fahreza Sudin, mendapat kartu merah langsung dari wasit pada menit ke-38 akibat pelanggaran keras.
Jalannya Pertandingan
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Semen Padang sebenarnya tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen. Sejumlah peluang emas tercipta melalui aksi penyerang asing Diego Mauricio dan Firman Juliansyah. Namun, penampilan gemilang kiper PSIM, Cahya Supriadi, di bawah mistar gawang Laskar Mataram membuat semua upaya tuan rumah mentah.
Baca juga: Brace David da Silva Benamkan Sape Kerrab
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta yang bermain dengan 10 pemain justru mampu memberikan perlawanan sengit melalui skema serangan balik. Savio Sheva hampir mencuri gol pada menit ke-77 melalui tendangan jarak jauh, namun kiper Semen Padang, Rendy Oscario, sigap menepis bola.
Dejan Antonic Resmi Didepak
Kegagalan memetik poin penuh meski unggul jumlah pemain menjadi puncak kesabaran manajemen Semen Padang. Kamis (5/3/2026) pagi, manajemen secara resmi mengumumkan pengakhiran kontrak Dejan Antonic.
Pengambilan keputusan ini setelah melakukan diskusi panjang dengan komisaris dan penasihat tim. Manajemen merasa performa tim tidak menunjukkan progres signifikan di tengah ancaman zona degradasi.
“Kebersamaan tim Kabau Sirah dengan coach Dejan harus berakhir. Pengambilan keputusan ini demi kebaikan tim ke depan,” tulis pernyataan resmi klub melalui akun media sosial mereka hari ini.
Posisi di Klasemen Sementara
Hasil 0-0 ini tidak banyak membantu posisi Semen Padang di tabel klasemen. Saat ini, Kabau Sirah masih tertahan di peringkat ke-17 dengan raihan 17 poin dari 24 pertandingan. Mereka hanya terpaut satu angka dari Persis Solo yang menghuni posisi dasar klasemen.
Sementara itu, bagi PSIM Yogyakarta, raihan satu poin di markas lawan cukup untuk menjaga posisi mereka di papan tengah. Laskar Mataram kini mengoleksi 37 poin dan bertengger di peringkat ke-8 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.
Hingga berita ini terunggah, manajemen Semen Padang belum mengumumkan caretaker atau pelatih tetap untuk menukangi tim di sisa musim 2026.









