Malang (Lampost.co)–Pertarungan sengit tersaji dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 saat Arema FC menjamu tim tamu Malut United di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (3/4/2026). Meskipun kedua tim tampil ngotot dan silih berganti melancarkan serangan, laga berakhir tanpa pemenang setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Pertandingan ini menjadi ujian taktik bagi kedua pelatih, di mana Malut United menunjukkan dominasi permainan di awal laga. Sedangkan Arema FC mengandalkan efektivitas serangan balik yang cepat.
Dominasi Tim Tamu dan Balasan Tuan Rumah
Sejak kick-off babak pertama, Malut United di bawah asuhan Hendri Susilo langsung mengambil inisiatif serangan. Skuad berjuluk Laskar Kie Raha tersebut tampil percaya diri dengan memperagakan skema umpan satu-dua yang rapi serta pergerakan tanpa bola yang dinamis. Malut United juga menerapkan strategi pressing ketat yang membuat para pemain Arema FC kesulitan mengembangkan permainan saat menguasai bola.
Baca juga: Waspadai Motivasi 200 Persen Semen Padang, Bojan Hodak Siapkan Skenario tanpa Pato dan Putros
Tuan rumah Arema FC terpaksa lebih banyak bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik melalui kedua sisi sayap. Kecepatan Gabriel Silva dan Salim Tuharea menjadi tumpuan utama pelatih Marcos Santos untuk membongkar pertahanan lawan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-26. Berawal dari skema tendangan sudut Gustavo Franca, Julian Guevara berhasil menyambut bola dengan sempurna dan merobek jala gawang Malut United. Skor 1-0 untuk keunggulan Singo Edan.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga turun minum. Pada menit ke-41, Malut United mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. David da Silva yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugas dengan tenang dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Perang Sayap dan Aksi Gemilang Penjaga Gawang
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan sempat menurun karena kedua tim bermain lebih hati-hati. Namun, intensitas kembali meningkat tajam setelah menit ke-60. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan cepat melalui sektor sayap, meskipun penyelesaian akhir dan akurasi umpan ke lini serang masih menjadi kendala bagi kedua belah pihak.
Pertandingan ini juga menjadi panggung bagi para penjaga gawang untuk unjuk gigi. Pada menit ke-70, kiper pengganti Arema FC, Lucas Frigeri, melakukan penyelamatan krusial dengan menepis tendangan keras Yance Sayuri dari luar kotak penalti. Di sisi lain, kiper Malut United, Angga Saputro, juga tampil gemilang pada menit ke-81 saat menggagalkan peluang emas Gustavo Franca melalui tendangan mendatarnya.
Hingga laga berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Arema FC dan Malut United harus puas berbagi satu poin dalam laga yang menguras fisik ini.
Susunan Pemain
Arema FC: Adi Satryo (PG) (Lucas Frigeri), Rio Fahmi, Julian Guevara, Gabriel Silva, Arkhan Fikri, Salim Tuharea, Jatus Hariono, Anwar Rifai, Hansamu Yama Pranata, Gustavo Franca, Alfarizie. Pelatih: Marcos Santos.
Malut United: Angga Saputro (PG), Nilson Barbosa, Gustavo Moreno de Franca, Igor Inocencio, Ciro Alves, Tyronne del Pino, Wbeymar Angulo, David da Silva, Frets Butuan, Yance Sayuri, Ridho Syuhada. Pelatih: Hendri Susilo.








