Antalya (Lampost.co)–Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi memastikan Tim Nasional Iran tetap akan berkompetisi di Piala Dunia 2026. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi dan keraguan publik yang muncul akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Infantino menegaskan otoritas sepak bola tertinggi dunia tersebut tidak memiliki rencana alternatif atau pemindahan status kepesertaan bagi tim berjuluk Team Melli tersebut. Infantino menyampaikan hal itu saat bertemu langsung dengan skuad Iran dan pejabat Federasi Sepak Bola Iran di Antalya, Turki, di sela-sela laga persahabatan menjelang turnamen.
Rencana Tunggal FIFA untuk Skuad Iran
Isu mengenai potensi pencoretan atau pemindahan lokasi pertandingan Iran sempat menyeruak karena kekhawatiran keamanan, mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu tuan rumah. Namun, Infantino menutup rapat pintu spekulasi tersebut dengan pernyataan yang sangat tegas.
Baca juga: Irak Akhiri Penantian 40 Tahun Lolos ke Piala Dunia
“Kami ingin mereka bermain, mereka akan bermain di Piala Dunia. Tidak ada rencana B atau C atau D, rencana A adalah satu-satunya rencana,” ujar Infantino sebagaimana ESPN kutip.
Lebih lanjut, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, pria asal Swiss tersebut menegaskan komitmen FIFA untuk mendukung penuh persiapan teknis Iran. “FIFA akan terus mendukung tim untuk memastikan kondisi terbaik saat mereka bersiap menuju Piala Dunia,” tulisnya. Dukungan ini mencakup aspek logistik dan keamanan guna memastikan tim asuhan Amir Ghalenoei dapat berkompetisi secara adil di tanah Amerika Utara.
Tolak Usulan Pindah ke Meksiko
Sejauh ini, Iran akan melakoni dua pertandingan fase grup di Inglewood, California, dan satu laga lainnya di Seattle. Mengingat tensi diplomatik yang tinggi antara Teheran dan Washington, otoritas sepak bola Iran sempat mengusulkan pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko dengan alasan keamanan pemain dan ofisial.
Namun, FIFA tetap pada pendirian awal. Penjadwalan pertandingan akan tetap mengikuti hasil undian resmi yang telah FIFA tetapkan. FIFA menjamin penerapan standar keamanan internasional secara ketat bagi seluruh kontestan, termasuk Iran, selama berada di wilayah Amerika Serikat.
Solidaritas di Tengah Kemenangan Telak
Di tengah ketidakpastian politik, Timnas Iran menunjukkan fokus mereka tetap pada lapangan hijau. Dalam laga uji coba tertutup di Turki, Iran sukses mencukur Kosta Rika dengan skor telak 5-0. Laga ini berlangsung tanpa penonton sebagai bagian dari protokol persiapan khusus.
Menariknya, pertandingan tersebut juga diwarnai aksi kemanusiaan. Para pemain dan ofisial Iran membawa simbol-simbol penghormatan. Termasuk foto anak-anak yang menjadi korban serangan udara dalam konflik di Timur Tengah. Aksi ini menjadi bentuk solidaritas dunia olahraga terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Iran, salah satu kekuatan sepak bola utama di Asia, tergabung grup yang cukup kompetitif bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Dengan skuad yang matang, Iran berpeluang besar mencetak sejarah lolos ke babak gugur pada turnamen yang akan mulai pada 11 Juni 2026.








