Lampung (Lampost.co) — Antusiasme pemain asing untuk merumput di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia, Super League musim 2025–2026, terus berdatangan.
- Pertandingan yang lebih kompetitif menuntut kualitas tinggi dari setiap pemain.
- Dejan Racic menyebut kehadiran pemain dari Balkan menjadi alasan lainnya.
- Pilihan berlabuh di Bhayangkara FC menjadi keputusannya.
Tren positif beberapa musim terakhir menunjukkan bahwa Super League telah menjelma menjadi magnet kuat bagi talenta-talenta internasional. Bukan hanya sekadar persinggahan, melainkan sebagai destinasi yang menjanjikan.
Berbagai faktor fundamental telah berkontribusi pada peningkatan daya tarik ini, menjadikannya pilihan menarik bagi pemain asing dari berbagai level dan latar belakang. Klub-klub semakin profesional dalam pengelolaan tim, strategi, dan pengembangan pemain.
Baca Juga:
Bhayangkara Presisi Lampung FC Siap Juara
Pertandingan yang lebih kompetitif menuntut kualitas tinggi dari setiap pemain. Sehingga menjadi tantangan menarik bagi pemain asing yang ingin menguji kemampuan mereka.
Atmosfer pertandingan di Indonesia tak ada duanya. Ribuan, bahkan puluhan ribu suporter memadati stadion dengan koreografi, nyanyian, dan semangat membara.
Alasan Utama
Beberapa faktor di atas sepertinya menjadi alasan utama Dejan Racic menerima tawaran dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Pemain yang mencetak 26 gol dari 24 laga bersama Hougang United FC di Singapore Premier League itu tak menyangkal jika ia sudah lama memendam asa untuk bisa berkarier di Indonesia.
“Sejak saya datang ke Singapura, tujuan dan target utama saya adalah mencetak gol sebanyak mungkin di liga utama Singapura. Dan membuka pintu menuju liga yang lebih baik seperti Indonesia dan Thailand,” kata Dejan Racic.
“Jadi saya mencetak 26 gol musim lalu dan hanya sedikit tawaran dari kedua negara yang datang. Jadi di awal proses, target saya adalah Indonesia,” ujarnya.
Pilihan berlabuh di Bhayangkara FC menjadi keputusannya setelah tim yang kini bermarkas di Lampung ini mengirimkan tawaran.
Selain karena serius ingin mendapatkan jasanya. Dejan Racic menyebut kehadiran pemain dari Balkan menjadi alasan lainnya untuk hijrah ke tim berjuluk The Guardian itu.
“Saya melihat skuad Bhayangkara FC yang hanya memiliki beberapa pemain Balkan dan tahun lalu rekan satu tim saya, Stjepan Plazonja. Dengan adanya pemain dari Balkan, saya tahu saya akan beradaptasi lebih cepat dan belajar lebih baik dengan rekan satu tim yang sudah saya kenal sebelumnya,” ungkapnya.
Berbicara targetnya musim ini, mengingat Bhayangkara FC pernah menorehkan sejarah menjuarai Liga 1 pada musim 2017, Dejan mengatakan bahwa prestasi itu menjadi tantangan tersendiri. Tantangan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu memberikan kontribusi positif untuk tim.
“Seperti yang kita tahu mereka sudah meraih juara sebelumnya. Jadi ekspektasinya tinggi. Ini tim yang sangat berpengalaman dengan pemain asing yang bagus dan pemain lokal yang bagus yang memiliki pengalaman. Juga beberapa pemain tim nasional,” kata pemain asal Montenegro ini.