Jakarta (Lampost.co) — Timnas Indonesia memasuki fase krusial dalam persiapan menghadapi Australia dan Bahrain. Pelatih anyar, Patrick Kluivert, mengambil langkah berani dengan merombak skuad demi meningkatkan performa Garuda di level internasional.
Poin Penting:
Patrick Kluivert melakukan perombakan besar skuad Timnas Indonesia.
Egy Maulana Vikri tampil impresif, mencetak 9 gol dan 3 assist.
Rafael Struick dan Ivar Jenner kemungkinan besar dicoret dari skuad.
Bersama dua asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat, Kluivert aktif memantau pemain baik di kompetisi domestik maupun luar negeri. Evaluasi ketat, termasuk terhadap pemain abroad serta talenta Liga 1 yang menunjukkan performa impresif.
Egy Maulana Vikri Jadi Andalan
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Egy Maulana Vikri. Winger Dewa United ini tampil gemilang setelah pulih dari cedera, mencetak 9 gol dan 3 assist sepanjang musim. Performa konsisten membuatnya menjadi pemain lokal tersubur di Liga 1.
Baca juga: Media Tiongkok Beri Julukan Baru untuk Timnas Indonesia Usai Ole Romeny Jadi WNI
Selain catatan statistik, Egy juga memperlihatkan jiwa kepemimpinan. Dalam beberapa pertandingan, ia terlihat memberi motivasi kepada rekan-rekannya. Keinginannya kembali berkarier di luar negeri menjadi motivasi tambahan untuk tampil maksimal. Dengan performanya saat ini, Egy memiliki peluang besar masuk starting XI saat menghadapi Australia.
Duo Abroad Tampil Konsisten
Selain Egy, dua pemain abroad, Justin Hubner dan Elkan Baggott, juga menunjukkan performa solid. Hubner yang bermain untuk Wolverhampton U-21 bahkan menjadi kapten dan mencetak gol di laga terakhirnya. Sementara itu, Baggott kembali menjadi andalan Blackpool setelah pulih dari cedera, membuka peluang untuk memperkuat lini pertahanan Timnas.
Namun, situasi berbeda menimpa Rafael Struick dan Ivar Jenner. Minimnya menit bermain di klub membuat posisi mereka terancam.
Struick jarang bermain sejak Piala AFF, sedangkan Jenner baru tampil tiga kali musim ini. Keduanya kemungkinan besar akan tercoret dari skuad utama.
Trio Serangan Anyar
Kluivert kabarnya akan mengusung formasi baru dengan mengandalkan kombinasi Ole Romeny, Eliano, dan Egy Maulana Vikri di lini depan. Absennya Ragnar di laga melawan Australia membuka peluang Egy untuk mengisi posisi di sayap kanan. Perubahan strategi ini sebagai langkah berani dalam menghadapi tekanan tinggi dari lawan.
Media Belanda Terkejut
Keputusan Kluivert merombak skuad dalam waktu singkat menjadi sorotan media Belanda. Mereka menilai langkah ini berisiko tinggi, terutama mengingat laga melawan Australia dan Bahrain bersifat wajib menang. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, kritik terhadap Kluivert kemungkinan akan semakin deras.
Namun, mantan pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, justru optimistis dengan masa depan Timnas Indonesia. Menurutnya, upaya Kluivert merombak skuad adalah langkah tepat untuk meningkatkan kualitas permainan Garuda. Ia percaya tim pelatih memiliki strategi yang dapat membawa Indonesia ke level lebih tinggi.








