Villeneuve-D’ascq (Lampost.co)–Ambisi besar RC Lens merengkuh gelar juara Ligue 1 musim 2025/2026 harus membentur tembok tebal dalam laga sarat gengsi bertajuk Derby du Nord. Bertandang ke Stade Pierre-Mauroy, tim besutan Will Still tersebut dipaksa menyerah dengan skor telak 0-3 oleh rival abadi mereka, LOSC Lille, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini menjadi pembalasan dendam yang sempurna bagi Les Dogues—julukan Lille—setelah pada pertemuan pertama musim ini mereka takluk dengan skor identik 0-3. Hasil ini sekaligus membawa Lille meroket dua tingkat ke posisi ketiga klasemen sementara, membuka peluang lebar mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Dominasi Total Tuan Rumah di Babak Pertama
Sejak peluit pertama berbunyi, Lille menunjukkan determinasi tinggi. Setelah tersingkir dari UEFA Europa League oleh Aston Villa bulan lalu, kompetisi domestik menjadi fokus utama pasukan Bruno Genesio. Mereka mengendalikan penguasaan bola secara dominan dan terus mengurung pertahanan tim tamu sepanjang 45 menit pertama.
Baca juga: PSG Hajar Toulouse 3-1 dan Perlebar Jarak di Puncak Klasemen Liga Prancis
Kebuntuan yang tampak alot akhirnya pecah tepat satu menit sebelum turun minum. Berawal dari aksi individu ciamik Matias Fernandez-Pardo di garis gawang, ia melepaskan umpan silang akurat ke jantung pertahanan lawan.
Gelandang asal Islandia, Hakon Haraldsson, yang berdiri tanpa kawalan dengan tenang mengarahkan bola ke gawang kosong. Skor 1-0 menutup paruh pertama untuk keunggulan tuan rumah.
Blunder Fatal dan Penalti Pengunci Kemenangan
Memasuki babak kedua, RC Lens mencoba mengambil inisiatif serangan demi mengejar ketinggalan. Namun, alih-alih mencetak gol penyeimbang, sebuah kesalahan fatal justru terjadi hanya empat menit setelah laga mulai kembali.
Bek Lens, Matthieu Udol, melakukan backpass ceroboh yang berhasil Felix Correia curi. Dengan ketenangan luar biasa, pemain sayap tersebut melewati kiper Robin Risser sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah terbuka lebar. Skor berubah menjadi 2-0.
Penderitaan Lens memuncak ketika bek muda Ismaelo Ganiou dihukum penalti akibat pelanggaran handball di dalam kotak terlarang. Matias Fernandez-Pardo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugas dengan sempurna pada menit ke-70, sekaligus mengunci kemenangan telak 3-0 bagi Lille.
Dampak Klasemen: Keuntungan bagi PSG
Hasil ini menjadi pukulan menyakitkan bagi RC Lens dalam perburuan gelar. Meski tetap tertahan di posisi kedua, mereka kini tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen, Paris Saint-Germain (PSG). Situasi makin pelik karena Lens telah memainkan satu pertandingan lebih banyak dari PSG.
Dengan sisa laga kompetisi yang makin sedikit, peluang Lens mengudeta takhta juara kini kian menipis. Sebaliknya, bagi Lille, tambahan tiga poin ini mengokohkan posisi mereka di zona Liga Champions, memberikan napas lega bagi pendukung setia di Stade Pierre-Mauroy.








