Jakarta (Lampost.co)—Pemain Timnas U-23 Filipina, Javier Mariona, mengambil sisi positif dari kekalahan melawan Timnas U-23 Vietnam di semifinal Kejuaraan ASEAN U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Poin penting:
- Para pemain Filipina mengambil sisi positif dari kekalahan atas Vietnam di semifinal.
- Mereka tetap bangga karena bisa mencapai semifinal dan kini bisa berebut juara ketiga.
- Filipina kini fokus pada laga terakhir.
Hal positif yang Mariona petik adalah timnya bisa melaju sampai babak semifinal untuk pertama kalinya sejak turnamen yang dulunya bernama Piala AFF U-23 ini digelar 2005.
“Kami sangat bersyukur menjadi bagian dari tim yang mengukir sejarah ini. Tentu saja, kami ingin melangkah lebih jauh, melakukan hal-hal yang lebih besar dan lebih baik, tetapi kami sangat bangga. Kami tahu bahwa kami mengambil langkah ke arah yang benar dan bukan berarti kami datang ke sini dan bermain melawan lawan yang buruk,” kata pemain berumur 20 tahun itu kepada awak media di mixed zone SUGBK, Jumat (25/7/2025).
Baca juga: Vietnam Segel Tiket Final ASEAN U-23 2025
Mariona mencetak gol keduanya di turnamen ini saat ia membobol gawang Vietnam pada menit ke-35. Namun, gol Mariona tidak bertahan lama karena setelah enam menit berselang Vietnam menyamakan kedudukan.
Nguyen Dinh Bac membobol gawang Filipina yang dikawal Nicholas Guimaraes pada menit ke-41 dan mereka berbalik unggul pada menit ke-54 melalui gol Nguyen Xuan Bac.
Di sisa waktu babak kedua, tim asuhan Garrath McPherson ini terus berusaha menyamakan kedudukan. Namun, mereka kemudian menghadapi situasi sulit setelah bermain dengan 10 orang. Hal itu terjadi setelah wasit memberi kartu merah kepada Jaime Rosquillo pada menit ke-90+4.
Pemain yang juga mencetak dua assist di turnamen ini itu kemudian mengatakan timnya saat ini akan fokus menghadapi laga terakhir. Filipina akan berlaga dalam perebutan tempat ketiga pada Senin (28/7/2025) di SUGBK.
Baca juga: Vanenburg ingin selesaikan semifinal tanpa adu penalti
Di perebutan tempat ketiga, mereka akan menghadapi tim yang kalah pada laga semifinal lainnya antara Indonesia dan Thailand.
“Kami memiliki satu pertandingan lagi untuk menjadi yang ketiga, semoga bukan yang keempat. Kami ingin melihat sisi positifnya, bukan sisi negatifnya,” ujar Mariona.
Sementara itu, Guimaraes mengatakan sudah melakukan yang terbaik di turnamen ini dengan beberapa penyelamatan apik yang ia lakukan. Termasuk saat menelan kekalahan tipis dari tuan rumah Indonesia pada pekan lalu.
“Saya mencoba yang terbaik, kami semua mencoba yang terbaik. Namun, kita tetap puas karena bisa ke semifinal. Maksud saya, kita masih punya kesempatan menjadi yang ketiga, dan itu adalah pertama kalinya dalam sejarah Timnas Filipina level muda. Jadi, kami perlu fokus dan bersiap,” kata kiper 18 tahun tersebut.