Bandar Lampung Lampost.co)—Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengaku puas dengan performa anak asuhnya saat mengalahkan Persis Solo 2-0. Ia menilai kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan tim setelah hasil kurang memuaskan di tiga laga sebelumnya.
Poin penting:
- Pelatih Paul Munster, mengaku puas dengan performa Bhayangkara FC saat mengalahkan Persis Solo 2-0.
- Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan Bhayangkara FC setelah hasil kurang memuaskan di tiga laga awal.
- Ini menjadi kemenangan perdana Bhayangkara musim ini.
Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses mengamankan tiga poin penuh usai menaklukkan Persis Solo dengan skor 2-0. Kemenangan perdana ini terjadi pada pekan keempat BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Jumat (29/8/2025) sore WIB.
Dua gol The Guardian tercipta lewat sontekan Ilija Spasojevic pada menit ke-24 dan penyelesaian klinis Fareed Sadat pada menit ke-53. Tambahan tiga poin ini membuat Bhayangkara merangsek ke peringkat tujuh klasemen sementara dengan koleksi 4 poin dari empat pertandingan. Sedangkan Persis Solo harus puas tertahan di urutan ke-11 dengan poin identik, tetapi kalah selisih gol.
Baca juga: Tuan Rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC Tekuk Persis Solo 2-0
“Kami sangat menikmatinya, jadi kami harap akan ada lagi kemenangan lebih banyak di pertandingan berikutnya,” ujarnya pada konferensi pers usai pertandingan, Jumat (28/8/2025).
Menurutnya, meski beberapa pemain yang berlaga merupakan wajah baru dan pertama kali bermain di Liga Super, mereka dituntut cepat beradaptasi. Satu yang menjadi catatan Paul, adaptasi tentang finishing.
Dia masih melihat banyak peluang yang terbuang. Paul mencatat ada 8 sampai 9 peluang yang harusnya bisa menjadi gol.
“Untuk memastikan adaptasi finishing sudah berjalan, masih menunggu pertandingan berikutnya. Kini kami fokus dahulu pada kemenangan pertandingan hari ini. Setelah ini kami akan bersenang-senang merayakan kemenangan hari ini,” katanya.
Baca juga: Persis tak ingin terjebak dalam bayang masa lalu lawan Bhayangkara
Paul mengatakan ia dan timnya memiliki rencana lebih baik ke depannya dan masih menunggu pemain untuk bisa mencetak lebih banyak gol seperti pada pertandingan hari ini. Tim selanjutnya akan fokus menghadapi pertandingan melawan Madura United.
Sementara itu, pelatih Persis Solo, Peter de Roo, menyebut skema yang telah dia siapkan tidak berjalan. Hal itu menjadi penyebab kekalahan timnya dan performa timnya pada pertandingan kontra Bhayangkara adalah yang paling buruk yang pernah dia lihat.
“Kami juga sering kehilangan bola. Jadi ada banyak hal yang harus kami perbaiki seperti permainan yang cukup lambat saat mengalirkan bola, hingga banyak umpan yang ceroboh,” ujarnya.