Bandar Lampung (Lampost.co)–Pelatih kepala Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya terhadap performa impresif Moussa Sidibe. Pemain asal Mali tersebut menjadi aktor intelektual di balik kemenangan dramatis The Guardians dengan skor 3-2 atas raksasa ibu kota, Persija Jakarta, dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Minggu (5/4/2026).
Sidibe sukses mencetak dua gol krusial, masing-masing pada menit ke-27 dan gol penentu kemenangan pada masa injury time (menit ke-94). Penampilan heroik ini memancing pujian setinggi langit dari sang juru taktik asal Irlandia Utara tersebut.
Kualitas Individu dan Kolektivitas Tim
Dalam sesi konferensi pers di Bandar Lampung, Paul Munster menegaskan dia sudah memprediksi Sidibe akan menjadi pembeda dalam pertandingan bertensi tinggi ini. Menurutnya, Sidibe memiliki atribut yang lengkap sebagai pemain depan yang mematikan.
Baca juga: Magis Moussa Sidibe Bawa Bhayangkara Presisi Tumbangkan Persija Jakarta 3-2
“Sudah saya kira Sidibe akan bermain baik dan ia memiliki kualitas. Sidibe bagus dan bintang besar. Ini adalah laga besar baginya,” ujar Paul Munster dengan nada bangga.
Meski memberikan kredit khusus bagi Sidibe, Munster mengingatkan kemenangan ini adalah hasil kerja keras kolektif. Ia tidak ingin ada anggapan timnya hanya bergantung pada satu individu. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada penyerang lokal, Dendy Sulistyawan, yang mencetak gol penyama kedudukan melalui eksekusi tendangan bebas yang indah pada menit ke-86.
“Gol tendangan bebas Dendy memang sering kami ulang setiap sesi latihan. Saya apresiasi seluruh pemain yang telah bekerja keras untuk memenangi pertandingan ini,” ujarnya.
Mentalitas Pemenang Jadi Kunci Comeback
Menghadapi Persija Jakarta yang bertengger di papan atas klasemen bukanlah perkara mudah. Bhayangkara sempat dikejutkan gol cepat Rayhan Hanan saat laga baru berjalan satu menit. Namun, Munster menekankan kekuatan mental anak asuhnya menjadi kunci utama untuk membalikkan keadaan.
“Melawan Persija bukanlah pertandingan yang mudah karena mereka tim yang kuat. Kami sempat terkejut dengan gol cepat yang tidak kami harapkan, tapi kami terus berproses. Saya tekankan mental kami bagus; setiap pertandingan kami tidak ingin kalah atau seri, yang ada hanya kemenangan,” ujar eks pelatih Timnas Brunei Darussalam tersebut.
Persaingan Papan Atas Makin Sengit
Kemenangan dramatis ini membawa dampak signifikan pada tabel klasemen sementara. Bhayangkara Presisi Lampung FC kini merangsek naik ke posisi kelima dengan koleksi 44 poin. Hasil ini sekaligus memangkas jarak dengan Persija Jakarta yang harus tertahan di posisi ketiga klasemen.
Hasil positif ini menjadi modal berharga bagi The Guardians untuk terus bersaing di jalur juara Indonesia Super League musim ini, sekaligus membuktikan markas mereka di Lampung menjadi benteng yang angker bagi tim-tim besar Tanah Air.








