Meski kompetisi BRI Super League 2025/2026 masih menyisakan dua laga lagi, poin Persija sudah tidak mungkin lagi mengejar Persib Bandung dan Borneo FC di puncak klasemen.
Jakarta (Lampost.co)–Harapan publik Jakarta untuk melihat Persija Jakarta mengangkat trofi juara BRI Super League 2025/2026 resmi berakhir. Kegagalan ini memicu reaksi dari kapten kesebelasan, Rizky Ridho, yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung setia tim, The Jakmania. Meski kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini masih menyisakan dua pertandingan lagi, poin Persija sudah tidak mungkin lagi mengejar Persib Bandung dan Borneo FC di puncak klasemen.
Pernyataan emosional tersebut Ridho unggah melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (12/5/2026), dua hari setelah kekalahan menyakitkan 1-2 dari rival abadi, Persib Bandung, di Stadion Segiri, Samarinda. Kekalahan dalam duel El Clasico tersebut menjadi titik akhir ambisi juara tim berjuluk Macan Kemayoran.
Dalam unggahannya, bek tengah berusia 24 tahun itu mengakui bahwa posisi ketiga yang kini Persija kunci bukanlah target awal manajemen maupun pemain. Ridho menyadari ekspektasi tinggi selalu menyertai setiap langkah klub sebesar Persija Jakarta.
“Musim ini masih menyisakan dua laga sisa, tetapi posisi Persija sudah bisa pasti berada di posisi ketiga. Posisi di akhir klasemen yang jelas bukan target dan hasil yang kami harapkan. Saya meminta maaf atas hasil ini, terutama kepada pendukung setia kami, The Jakmania,” tulis Ridho.
Secara teknis, pasukan asuhan Mauricio Souza sebenarnya sempat tampil menjanjikan di awal musim. Namun, performa mereka mengalami grafik penurunan yang signifikan sejak memasuki tahun kalender 2026. Dari 17 pertandingan sepanjang tahun ini, Persija gagal meraih kemenangan sebanyak tujuh kali—termasuk empat kekalahan dan tiga hasil seri. Periode kelam sempat mereka alami saat gagal menang dalam tiga laga beruntun melawan Borneo FC, Dewa United, dan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Selain membahas kegagalan juara, pemain yang telah mencatatkan 49 penampilan bersama Timnas Indonesia ini juga memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di akhir laga kontra Persib Bandung. Tensi tinggi yang sempat memanas di lapangan pascapeluit panjang sempat memicu berbagai spekulasi di kalangan penggemar.
Ridho menegaskan apa pun yang terjadi di lapangan merupakan bagian dari tensi pertandingan dan emosi sesaat. “Rivalitas hanya terjadi di atas lapangan, selesai semua itu kami para pemain telah menjalin komunikasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menyatakan kesiapan tim untuk menerima konsekuensi apa pun dari pihak berwenang terkait insiden tersebut, sembari menekankan hubungan antarpemain tetap harmonis di luar lapangan.
Menutup pernyataannya, Rizky Ridho memastikan Persija tidak akan “melepas” dua laga sisa menghadapi Persik Kediri (16/5/2026) dan Semen Padang (23/5/2026). Target enam poin penuh tetap Persija canangkan demi menjaga martabat klub dan finis dengan koleksi 71 poin.
Setelah musim ini berakhir, Ridho berharap adanya evaluasi menyeluruh dari semua elemen tim, termasuk introspeksi diri bagi dirinya sebagai pemain. “Yang terpenting kita harus mengambil suatu pelajaran dari setiap kesalahan yang dibuat,” ujarnya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update