Jepara (Lampost.co)–Persijap Jepara menyudahi puasa kemenangan mereka dengan cara yang sangat impresif. Menjamu tim papan atas, Bhayangkara Presisi FC, dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (11/4/2026), tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini sukses mengamankan tiga poin penuh setelah unggul tipis 2-1.
Kemenangan ini terasa sangat manis bagi skuad asuhan Mario Lemos. Sebelum laga ini, Persijap terjebak dalam tren kurang memuaskan dengan mencatatkan empat hasil imbang secara beruntun.
Tambahan tiga poin ini mengangkat posisi mereka ke peringkat 14 klasemen sementara dengan koleksi 25 poin. Sebaliknya, bagi Bhayangkara Presisi FC, kekalahan ini menghentikan catatan mentereng enam pertandingan tak terkalahkan mereka dan membuat tim asuhan Paul Munster tertahan di posisi kelima dengan 44 poin.
Baca juga: Magis Eksel Bawa Persija Jakarta Lumat Persebaya Surabaya 3-0
Kejutan Menit Awal dan Dominasi Tuan Rumah
Persijap Jepara langsung tampil menggebrak sejak peluit pertama berbunyi. Tidak butuh waktu lama bagi publik Jepara untuk bersorak, karena laga baru berjalan satu menit saat Borja Herrera mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan kesalahan fatal yang dilakukan bek lawan, Slavko Damjanovic, Herrera dengan dingin menaklukkan kiper lawan untuk membawa Persijap unggul 1-0.
Tersentak oleh gol cepat tersebut, Bhayangkara mencoba merespons, namun koordinasi permainan mereka kerap patah di lini tengah. Persijap hampir saja menggandakan keunggulan pada menit ke-12 melalui sepakan voli Carlos Franca, namun bola masih melambung tipis di atas mistar.
Menjelang babak pertama berakhir, tepatnya pada menit ke-45, Sudi Abdallah sukses memperlebar jarak. Berawal dari kesalahan Moises Wolschick dalam menguasai bola, Sudi melepaskan tembakan akurat yang mengubah skor menjadi 2-0. Keunggulan dua gol ini bertahan hingga turun minum, memberikan kepercayaan diri tinggi bagi tuan rumah.
Drama Kartu Merah dan Perlawanan Sepuluh Pemain
Memasuki babak kedua, Bhayangkara Presisi FC mencoba meningkatkan intensitas serangan. Mousa Sidibe dan Privat Mbarga bergantian mengancam gawang Moch Sendri Johansah, namun upaya mereka masih melenceng dari sasaran.
Nasib buruk menimpa tim tamu pada menit ke-75. Penyerang andalan mereka, Dendy Sulistyawan, mendapat kartu merah langsung dari wasit setelah melanggar keras Rahmat Hidayat.
Bermain dengan sepuluh orang justru membuat Bhayangkara tampil lebih lepas. Pada menit ke-90, Mousa Sidibe berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 setelah menyambar bola pantul hasil sepakan Ryan Kurnia.
Masa injury time berjalan sangat menegangkan. Persijap hampir saja mencetak gol ketiga pada menit ke-98 melalui Lucas Morelatto, namun skor 2-1 tetap bertahan hingga laga usai.
Susunan Pemain
Persijap Jepara: Moch Sendri Johansah, Jose Luis Espinosa Arroyo, Borja Martinez, Sudi Abdallah, Rahmat Hidayat, Rendi Saepul, Diogo Araujo, Wahyudi Setiawan, Najeeb Yakubu, Borja Herrera, Carlos Franca. Pelatih: Mario Lemos.
Bhayangkara Presisi: Muchamad Aqil Savik, I Putu Gede, Nehar Sadiki, Moises Wolschick, Ryo Matsumura, Bernard Henri Doumbia, Slavko Damjanovic, Moussa Sidibe, Wahyu Subo Seto, Privat Mbarga, Frengky Missa. Pelatih: Paul Munster.








