Jakarta (Lampost.co)—Pelatih PSV Eindhoven, Peter Bosz, mengaku tidak kecewa kepada anak-anak asuhnya meski Arsenal menghancurkan mereka pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Philips, Eindhoven, Rabu (5/3/2025) dini hari WIB.
Poin penting:
- Pelatih PSV Eindhoven tidak kecawa meski timnya kalah telak
- Arsenal menghancurkan PSV dengan skor telak 7-1
- Pentingnya kebersamaan meski itu dalam sebuah keterpurukan
Mengutip laman resmi klub, Rabu (5/3/2025), Bosz mengatakan mereka sudah bersama dalam waktu yang lama dan kekalahan besar tidak membuatnya kecewa.
“Sama sekali tidak. Kami memulainya bersama-sama di sini bertahun-tahun yang lalu dan telah mencapai banyak kesuksesan bersama-sama. Sekarang kami berada dalam keterpurukan bersama-sama,” ujar Bosz.
Baca juga: Arteta Sebut Arsenal Mengincar Trofi, Bukan Rekor
“Sungguh konyol jika saya menyalahkan mereka sekarang. Tentu saja mereka membuat kesalahan, tapi itu masalah lain. Di babak pertama, pesannya adalah: Carilah skor 3-2, karena ini akan menjadi pertandingan lagi. Hanya kemudian menjadi salah setelah itu,” ujarnya.
Pada pertandingan leg pertama babak 16 besar, Arsenal menghancurkan PSV dengan skor telak 7-1 meski pada babak pertama sempat memperkecil ketinggalan lewat gol penalti Noa Lang.
Pelatih berkebangsaan Belanda tersebut mengatakan ini merupakan hasil yang mengejutkan. Dia tidak akan heran andai kalah dari Arsenal, namun dengan skor seperti ini tidak pernah ia perkirakan.
“Menyakitkan, memalukan, dan mengejutkan. Bahwa Anda tidak menang melawan Arsenal, itu bisa terjadi, tapi kami tidak melakukannya dengan baik,” ujar Bosz.
“Ada dua momen yang bisa saja menjadi sebuah pertandingan. Momen ketika Saibari membentur mistar gawang dan momen ketika anak itu mungkin bisa mendapatkan kartu kuning keduanya,” ujar dia.
“Itu masuk akal. Kalah dalam jumlah besar adalah hal yang menyakitkan dan itu berdampak pada para pemain, baik tua maupun muda. Tidak baik jika hal itu juga tidak berdampak apa pun pada mereka,” ujarnya.








