London (Lampost.co)–Teka-teki mengenai siapa suksesor di kursi kepelatihan Tottenham Hotspur akhirnya terjawab secara resmi. Klub berjuluk The Lilywhites tersebut mengumumkan penunjukan juru taktik asal Italia, Roberto De Zerbi, sebagai pelatih kepala permanen. Mantan arsitek Brighton & Hove Albion dan Marseille itu menyepakati kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun di Tottenham Hotspur Stadium.
Manajemen Spurs mengambil langkah berani ini di tengah situasi kritis yang melanda tim. Harapannya kehadiran De Zerbi tidak hanya membawa perubahan taktis yang revolusioner dengan gaya main ofensifnya, tetapi juga memberikan stabilitas jangka panjang yang sangat dibutuhkan klub saat ini.
Visi Jangka Panjang di Klub Prestisius Dunia
Dalam pernyataan pertamanya sebagai manajer Spurs pada Kamis (2/4/2026), De Zerbi tidak dapat menyembunyikan rasa antusiasnya. Pelatih berusia 46 tahun itu menyebut Tottenham sebagai salah satu institusi sepak bola terbesar di dunia dengan ambisi yang sejalan dengan filosofi kepelatihannya.
Baca juga: Era Baru di London Utara, Roberto De Zerbi Resmi Jabat Pelatih Kepala Tottenham Hotspur
“Saya senang bisa bergabung dengan klub sepak bola fantastis ini. Ini adalah salah satu klub terbesar dan paling prestisius di dunia,” ujar De Zerbi sebagaimana kutipan laman resmi klub.
Ia menambahkan dalam rangkaian diskusi dengan petinggi klub, terdapat kesamaan visi untuk membangun tim yang mampu meraih trofi melalui gaya permainan yang atraktif dan menginspirasi. “Ambisi mereka untuk masa depan klub sangat jelas, yaitu membangun tim yang bisa mencapai banyak trofi dan memainkan sepak bola yang menarik bagi suporter kami,” ujarnya.
Prioritas Jangka Pendek: Menjauh dari Jurang Degradasi
Meskipun menandatangani kontrak durasi panjang, De Zerbi bersikap sangat realistis dengan kondisi darurat tim. Ia enggan terlalu jauh membahas target trofi di musim depan karena posisi Tottenham saat ini sedang dalam ancaman serius. Hingga pekan ini, Spurs secara mengejutkan masih tercecer di peringkat 17 klasemen sementara Premier League, hanya terpaut satu angka dari batas zona merah di posisi 18.
“Prioritas jangka pendek kami adalah naik di tabel klasemen Premier League, yang menjadi fokus kami hingga akhir musim. Saya ingin segera melatih dan bekerja dengan para pemain untuk mencapai itu,” ujar mantan pelatih Sassuolo tersebut.
Tugas berat kini menanti De Zerbi untuk segera memulihkan mentalitas skuad Spurs. Ia berkomitmen memberikan segalanya guna menjauhkan klub dari ancaman degradasi yang sangat tidak lazim bagi klub sekelas Tottenham.
Debut Melawan Sunderland
Waktu bagi De Zerbi untuk beradaptasi tergolong sangat singkat. Ia akan langsung memimpin sesi latihan di Hotspur Way guna mempersiapkan tim menghadapi laga krusial melawan Sunderland pada 12 April mendatang. Laga tersebut akan menjadi ujian perdana bagi skema ball-possession khas De Zerbi untuk membuktikan apakah ia mampu menjadi juru selamat bagi Tottenham di sisa musim yang mendebarkan ini.







