Parepare (Lampost.co)—PSM Makassar kembali gagal memutus tren negatif dalam lanjutan pekan ke-19 Super League 2025/2026. Menjamu tim papan bawah Semen Padang FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin (2/2/2026), Juku Eja harus puas berbagi angka setelah laga berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Dominasi tanpa Efektivitas
Bermain di hadapan pendukung sendiri, PSM Makassar sebenarnya mencoba mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Pelatih Tomas Trucha menurunkan komposisi menyerang dengan mengandalkan Daisuke Sakai dan Alex Tanque di lini depan. Namun, rapatnya barisan pertahanan Kabau Sirah yang dikomandoi pelatih Dejan Antonic membuat serangan tuan rumah selalu kandas sebelum memasuki kotak penalti.
Statistik mencatat PSM melepaskan tujuh tembakan sepanjang laga, namun ironisnya tidak ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang (zero shot on target). Sebaliknya, Semen Padang yang bermain lebih efektif justru nyaris mencuri gol melalui skema serangan balik cepat. Penampilan gemilang kiper PSM di bawah mistar gawang berhasil mementahkan dua peluang emas dari tim tamu yang dilepaskan pemain debutan Kasim Botan.
Baca juga: Hansamu Yama Jadi Pahlawan, Arema FC Bungkam Persijap Jepara di Kanjuruhan
Lini Tengah PSM Alami Kebuntuan
Masuknya Gledson Paixao dan Luka Cumic di babak kedua sempat meningkatkan intensitas serangan Juku Eja. Namun, kreativitas lini tengah yang biasa digalang Muhammad Arfan tampak tidak berjalan maksimal. Semen Padang justru mendominasi penguasaan bola hingga 68 persen di paruh kedua, memaksa PSM lebih banyak bertahan di area sendiri.
Hasil imbang ini memperpanjang rekor buruk PSM Makassar yang belum mencicipi kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir. Rentetan hasil minor ini memicu kekecewaan suporter yang sempat terlihat meluapkan kekesalannya di tribune stadion usai peluit panjang berbunyi.
Posisi Klasemen Sementara
Dengan tambahan satu poin ini, PSM Makassar tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 20 poin dari 19 laga. Posisi ini tentu jauh dari target manajemen di awal musim yang membidik papan atas.
Sementara bagi Semen Padang, hasil imbang di markas lawan merupakan pencapaian positif. Tambahan satu poin membawa mereka naik satu peringkat ke posisi 16 dengan 12 poin, menggeser Persijap Jepara di zona degradasi. Tim asuhan Dejan Antonic kini mulai menunjukkan sinyal kebangkitan untuk merangkak naik ke zona aman.








