Jakarta (Lampost.co) — Kursi pelatih Timnas Indonesia senior masih kosong. PSSI menegaskan proses seleksi sedang berjalan dan kini mengerucut pada lima calon pelatih Timnas Indonesia. Walau begitu, federasi belum bersedia membuka identitas kelima kandidat pelatih karena proses masih sensitif.
Poin Penting:
-
Kursi pelatih timnas Indonesia masih kosong sejak Oktober.
-
PSSI sedang menyeleksi lima calon pelatih tanpa membuka identitasnya.
-
Tidak adanya pelatih membuat timnas Indonesia absen pada FIFA Matchday November.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers pengenalan Nova Arianto sebagai pelatih Timnas U-20 di GBK Arena, Kamis, 20 November 2025. Ia menekankan PSSI membutuhkan waktu untuk merampungkan kajian terhadap seluruh kandidat pelatih timnas Indonesia senior.
PSSI Tidak Ingin Gegabah
Menurut Yunus, PSSI tidak ingin gegabah. Karena itu, nama-nama pelatih yang masuk daftar pendek belum bisa mengumumkannya.
Baca juga: Dua Target Besar PSSI kepada Nova Bersama Timnas U-20
“Beberapa hal menjadi pertimbangan. Karena belum ada keputusan dari lima calon pelatih timnas Indonesia ini, kami mohon pemahaman publik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan federasi harus menjaga sensitivitas dan privasi kandidat agar proses tetap objektif.
Seleksi Sesuai Mekanisme Internal
Selain itu, ia memastikan seleksi berjalan sesuai mekanisme internal. Setiap calon pelatih timnas Indonesia akan melalui proses penilaian menyeluruh sebelum membawanya ke rapat Komite Eksekutif atau Exco PSSI. Melalui forum itu, PSSI akan menentukan siapa sosok yang paling layak menempati kursi pelatih timnas Indonesia senior.
Yunus menambahkan PSSI tidak ingin menunda terlalu lama. “Semoga secepatnya bisa ada keputusan dan terjadi kesepahaman dengan pelatih yang terpilih. Setelah itu, barulah kami sampaikan ke Komite Eksekutif dan memutuskan bersama,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa lima nama itu belum dapat mengumumkan kepada publik karena belum ada keputusan final.
Hindari Tumpang Tindih Wewenang
Kursi pelatih timnas kosong sejak PSSI memutus kontrak Patrick Kluivert pada Oktober lalu. Setelah itu, PSSI memilih tidak menunjuk pelatih interim demi menghindari tumpang tindih kewenangan.
Namun, keputusan itu berdampak besar. Karena tidak ada pelatih, Timnas Indonesia senior tidak mengagendakan pertandingan pada FIFA Matchday November. Akibatnya, peringkat FIFA Indonesia tertahan di posisi ke-122.
Sementara itu, rumor calon pelatih terus berkembang di publik. Sejumlah nama asing mulai santer masuk pembicaraan. Beberapa di antaranya adalah mantan pelatih Uzbekistan, Timur Kapadze, serta pelatih Timnas Irlandia, Heimir Hallgrimsson.
Dari dalam negeri, satu nama yang masuk daftar kandidat adalah pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Kendati demikian, PSSI menegaskan semua rumor itu belum tentu benar karena federasi masih membahas lima calon utama yang belum mengumumkannya.
Pelatih Bisa Mengangkat Performa Timnas
Situasi itu menempatkan PSSI pada posisi krusial. Karena itu, federasi harus memilih pelatih yang mampu mengangkat performa timnas Indonesia di level internasional. Selain memulihkan peringkat FIFA, pelatih baru juga harus menyiapkan tim menghadapi Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.
Dengan kondisi tersebut, PSSI berupaya memastikan keputusan memilih pelatih timnas Indonesia senior melalui proses seleksi yang ketat, transparan, dan sesuai standar internasional.








