Jakarta (Lampost.co)—UEFA resmi mengubah format pertandingan babak gugur Liga Champions mulai musim 2025. Hal itu guna memberikan keuntungan kepada tim-tim yang tampil terbaik di fase liga dengan menjamin mereka bermain di kandang pada laga leg kedua.
Poin penting:
- UEFA mengubah format laga babak gugur Liga Champions
- Tim-tim papan atas fase liga berhak jadi tuan rumah leg kedua babak gugur
- Aturan itu juga berlaku babak perempat final dan semifinal
Mengutip laman UEFA, perubahan ini muncul setelah kritik atas sistem undian terbuka di perempat final dan semifinal musim ini. Ada anggapan hal tersebut mengabaikan performa klub di fase liga.
Arsenal dan Barcelona, yang masing-masing finis di peringkat ketiga dan kedua, sama-sama tersingkir di semifinal setelah harus memainkan laga tandang pada leg kedua.
Baca juga: Ini Susunan Pemain Terbaik Liga Champions Musim 2024/2025, PSG Mendominasi
Sebaliknya, Paris Saint-Germain (peringkat ke-15) dan Inter Milan (peringkat ke-4) lolos ke final setelah menggelar leg kedua di kandang. PSG mengalahkan Arsenal 2-1 di Paris, sedangkan Inter menyingkirkan Barcelona setelah laga kedua di San Siro.
Mulai musim depan, urutan pertandingan akan ditentukan berdasarkan posisi akhir di klasemen fase liga.
Klub dengan peringkat lebih tinggi otomatis menjadi tuan rumah di leg kedua, termasuk pada perempat final dan semifinal, bukan hanya di babak 16 besar seperti sebelumnya.
Perubahan ini mendapat persetujuan dalam rapat Komite Kompetisi Klub UEFA menjelang final Liga Champions akhir pekan lalu.
Meskipun regulasi musim 2025–2026 telah terpublikasi sebelumnya, revisi ini masih bisa berlaku asalkan mendapat ratifikasi dari Komite Eksekutif UEFA.
Karena Komite Eksekutif baru akan bertemu kembali pada September, UEFA berencana mengadakan rapat virtual paling lambat sebelum pengundian fase liga pada 28 Agustus. Tujuannya guna menyegel perubahan tersebut.
Makin Seru
Dengan aturan baru ini, makin tinggi posisi klub di fase liga, makin besar pula keuntungan yang mereka peroleh. Selain menghindari babak play-off (yang diikuti tim peringkat 9–24), mereka juga akan mendapat jatah kandang di leg kedua mulai dari babak 16 besar hingga semifinal.
Sebagai contoh, Liverpool dan Barcelona, yang finis di peringkat pertama dan kedua musim ini. Mereka akan mendapat keuntungan bermain leg kedua di kandang sepanjang fase gugur apabila aturan baru sudah berlaku.
UEFA sempat mempertimbangkan untuk memberi pilihan kepada tim unggulan apakah ingin bermain kandang atau tandang di leg kedua. Namun, pada akhirnya keputusan pengaturan urutan pertandingan otomatis sesuai dengan posisi klasemen.
Harapannya perubahan serupa juga berlaku di kompetisi UEFA lainnya seperti Liga Europa dan Liga Konferensi Eropa.
Tidak ada perubahan lain dalam pertemuan tersebut, termasuk wacana penghapusan babak tambahan waktu sebelum adu penalti serta pembatasan klub dari negara yang sama bertemu di babak play-off gugur.