Jakarta (Lampost.co) — Carlo Ancelotti resmi menjadi pelatih tersukses sepanjang sejarah Real Madrid.
Kesuksesan ini usai membawa timnya meraih gelar ke-15 di bawah arahannya melalui kemenangan 3-0 atas Pachuca dalam final FIFA Intercontinental Cup.
Dalam dua periode kepemimpinannya di Santiago Bernabeu, Ancelotti telah mempersembahkan sejumlah gelar.
Baca Juga:
Carlo Ancelotti Lega dengan Kemenangan Real Madrid atas Atalanta
Gelar ini seperti tiga gelar Liga Champions, dua gelar LaLiga, dua Copa del Rey, dan dua Supercopa de Espana. Kemudian tiga Piala Super UEFA, dua Piala Dunia Antarklub, serta satu Piala Interkontinental.
Rekor sebelumnya dipegang oleh Miguel Munoz yang membawa Real Madrid meraih 14 trofi selama 14 tahun kepelatihannya dari 1960 hingga 1974.
“Saya sangat senang. Ini adalah sebuah kesuksesan,” ujar Ancelotti mengutip dari ESPN.
“Kami mengontrol permainan sedikit demi sedikit dan menyelesaikannya dengan baik. Kami memiliki perbedaan kualitas, tetapi sikap yang tepat juga penting.”
Dalam laga tersebut, gol-gol Real Madrid oleh Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Rodrygo yang semuanya menunjukkan performa impresif.
Pemain Real Madrid juga memberikan apresiasi tinggi kepada Ancelotti atas kepemimpinannya. “Selamat untuk pelatih, dia pantas mendapatkannya,” kata Vinicius.
Sepak Bola Eropa
Ancelotti tidak hanya mencetak sejarah di Real Madrid tetapi juga dalam sepak bola Eropa. Ia menjadi satu-satunya pelatih yang memenangi gelar liga di lima liga top Eropa, yakni Spanyol (Real Madrid) dan Italia (AC Milan). Selanjutnya Jerman (Bayern Munich), Inggris (Chelsea), dan Prancis (Paris Saint-Germain).
Selain itu, ia memegang rekor sebagai pelatih dengan gelar Liga Champions terbanyak, yakni lima kali dengan dua di antaranya bersama AC Milan pada 2003 dan 2007 serta tiga bersama Real Madrid.
Kesempatan bagi Ancelotti untuk menambah koleksi trofinya akan datang pada Januari mendatang saat Real Madrid berlaga di ajang Supercopa de Espana di Jeddah, Arab Saudi.
Los Blancos akan menghadapi Mallorca di semifinal pada 9 Januari, sebelum kemungkinan bertemu Barcelona atau Athletic Club di babak final tiga hari kemudian.