Jakarta (Lampost.co)—Chelsea mengawali tahun 2026 dengan memecat Enzo Maresca dari jabatan pelatih, demikian laman resmi klub Liga Inggris ini pada Kamis (1/1/2026).
Poin penting:
- Chelsea mengawali tahun 2026 dengan memecat pelatih Enzo Maresca.
- Rumor pemecatan Maresca memang santer beredar beberapa waktu sebelumnya.
- Alasan pemecatan Maresca karena rentetan tujuh pertandingan tanpa kemenangan di Liga Inggris.
Laporan mengenai kemungkinan pemecatan Maresca telah ramai beredar sejak beberapa waktu sebelumnya. Kabar itu menyebutkan Maresca kemungkinan tidak akan lagi menangani The Blues saat berhadapan dengan Manchester City pada Minggu (4/1/20226).
“Chelsea Football Club dan pelatih kepala Enzo Maresca telah resmi mengakhiri kerja sama. Selama masa kepemimpinannya di klub, Enzo berhasil membawa tim meraih kesuksesan di Liga Conference dan Piala Dunia Antarklub,” kata Chelsea dalam akun Instagram-nya.
Baca juga: Enzo Maresca tinggalkan Chelsea sebelum laga lawan City?
“Pencapaian tersebut akan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah klub ini dan kami mengucapkan terima kasih atas sumbangsih Maresca bagi Chelsea.”
“Dengan sejumlah target penting yang masih klub kejar di empat kompetisi, termasuk upaya lolos ke Liga Champions, Enzo dan pihak klub meyakini perubahan ini memberikan peluang terbaik bagi tim untuk mengembalikan musim ke jalur yang tepat,” ujarnya.
Maresca pertama kali ditunjuk menangani Chelsea pada Juli 2024, dalam kontrak lima tahun.
Ia mengawali masa kerjanya di Chelsea dengan kekalahan 0-2 dari Manchester City, sebelum mencatat kemenangan pertamanya bersama The Blues ketika menang besar 6-2 atas Wolverhampton Wanderers.
Baca juga: Jadwal Liga Inggris: Bournemouth coba adang laju bagus Arsenal
Maresca memenangi trofi pertamanya di Chelsea dengan membawa klub itu menjuarai Liga Conference pada Mei 2025, setelah mengalahkan Real Betis 4-1 di final.
Ia kemudian memenangi trofi keduanya bersama The Blues. Masaat membawa klub London itu menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025 pada Juli 2025 setelah membungkam PSG 3-0 pada laga puncak.
Masa indahnya di Chelsea berakhir setelah rentetan tujuh pertandingan tanpa kemenangan di Liga Inggris. Hal itu kemudian berujung pada rumor memburuknya hubungan Maresca dengan para petinggi Chelsea.








