Banda Aceh (Lampost.co)—Cabang olahraga (cabor) angkat berat Lampung kembali menyumbang dua medali sekaligus, yakni emas dan perunggu, di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.
Medali emas Lampung sumbangan lifter Doni Meiyanto yang turun di kelas 66 kg. Dia berhasil mencatatkan total angkatan 740 kg.
Pada babak squat, Doni mencatatkan total angkatan 290 kg. Namun, pada angkatan squat kedua dan ketiga di angka 300 kg Doni gagal.
Lalu di benchpress, pada angkatan pertama Doni berhasil mengangkat total 150 kg. Di angkatan kedua 160 kg, Doni dapat mengangkatnya dengan ciamik. Namun, benchpress ketiga dengan total angkatan 165 kg dia gagal.
Di sesi terakhir, yakni deadlift, Doni langsung unjuk gigi dengan beban 280 kg dan berhasil. Dan istimewanya, Doni mencatatkan rekor PON 2024 di sesi deadlift dengan total angkatan terbanyak 290 kg.
Perak kelas 66 kg menjadi milik lifter Riau, Yanuarius Sihura, dengan total angkatan 730 kg. Sedang perunggu oleh lifter Jawa Barat, Dadang Nur Iwan, dengan total angkatan 727,5 kg.
Medali Perunggu
Sementara itu medali perunggu Lampung hasildari lifter Albin Andrean Putra di kelas 59 kg. Pada babak squat Albin berhasil mengangkat total beban 260 kg.
Lalu, di sesi benchpress Albin kurang piawai dengan hanya mencatatkan total angkatan 130 kg, dua dari tiga angkatannya gagal di angka 140 kg.
Di sesi deadlift total angkatan Albin sebanyak 260 kg. Hasil ini mencatatkan total angkatan Albin sebanyak 650 kg.
Peraih emas kelas 59 kg atlet dari Riau, Syaifahmi Rizki dengan total angkatan 705 kg. Perak oleh atlet Jabar, Shihab Alizahra, dengan total angkatan 667,5 kg.
Kabid Binpres KONI Lampung, Chandra Kurniawan, bersyukur atas perolehan medali lifter Lampung ini.
“Di lifter putri tadi kami dapat perunggu dan saat ini dua lifter putra kami meraih emas dan perunggu. Ini hasil yang membanggakan,” ujarnya.
Hasil ini, ujarnya, mengokohkan posisi kesembilan kontingen Lampung di klasemen sementara perolehan medali PON XXI 2024 dengan koleksi 17 emas.








