Fabio Di Giannantonio melakukan putaran terakhir (flying lap) yang luar biasa di detik-detik akhir sebelum bendera kotak-kotak berkibar.
Austin (Lampost.co)–Sesi kualifikasi MotoGP Amerika Serikat 2026 yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Minggu (29/3/2026) dini hari WIB, menyajikan drama luar biasa. Pembalap tim Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio, berhasil mengamankan pole position setelah mencatatkan waktu yang sangat fenomenal sekaligus menghancurkan rekor lap di sirkuit tersebut.
Pembalap yang akrab disapa Diggia ini membukukan waktu 2 menit 0,136 detik. Catatan fantastis ini resmi memecahkan rekor lap tercepat di Austin yang sebelumnya dipegang Maverick Vinales (2 menit 0,864 detik) pada musim 2024. Performa Diggia menunjukkan motor Ducati spek terbaru miliknya mampu beradaptasi sempurna dengan aspal COTA yang menantang.
Jalannya sesi kualifikasi kedua (Q2) berlangsung sangat ketat. Marco Bezzecchi yang kini membela Aprilia Racing sempat mendominasi jalannya sesi. Pembalap asal Italia tersebut menduduki posisi puncak hingga menit-menit terakhir dan tampak hampir pasti akan mengamankan posisi start terdepan.
Namun, di detik-detik akhir sebelum bendera kotak-kotak berkibar, Diggia melakukan putaran terakhir (flying lap) yang luar biasa. Ia tampil sangat agresif di sektor ketiga dan keempat yang teknis, hingga akhirnya berhasil menggeser Bezzecchi ke posisi kedua dengan selisih waktu tipis 0,193 detik.
Di baris depan, bintang muda Pedro Acosta kembali menunjukkan taringnya. Penunggang Red Bull KTM ini akan memulai balapan dari posisi ketiga, menyusul di belakangnya Francesco “Pecco” Bagnaia di urutan keempat dan Joan Mir dari tim Honda di posisi kelima.
Hasil yang paling mengejutkan justru datang dari sang penguasa Austin, Marc Marquez. Untuk pertama kalinya pada musim 2026, juara bertahan yang kini berseragam Ducati Lenovo tersebut terlempar dari posisi tiga besar kualifikasi. Marquez harus puas memulai balapan dari urutan keenam setelah gagal mempertajam catatan waktunya di putaran terakhir.
Fabio Di Giannantonio tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah meraih posisi start terdepan dan memecahkan rekor.
“Saya merasa motor bekerja seperti sihir hari ini. Memecahkan rekor Maverick dari tahun 2024 adalah sesuatu yang tidak saya duga sebelumnya. Tim Pertamina Enduro VR46 telah bekerja keras memberikan setelan terbaik. Memulai dari pole di sini sangat krusial karena tikungan pertama sangat sempit,” ujar Diggia penuh semangat.
Marco Bezzecchi yang harus rela turun ke posisi kedua tetap merasa optimistis untuk balapan utama besok.
“Tentu sedikit kecewa kehilangan pole pada menit terakhir, tapi Fabio melakukan pekerjaan yang luar biasa. Motor Aprilia terasa sangat stabil di sini, dan berada di baris depan adalah target utama kami.”
Sementara itu, Marc Marquez yang menempati posisi keenam mengakui adanya kendala teknis dalam sesi kali ini.
“Kami kehilangan sedikit traksi di sektor kedua. Memulai dari baris kedua (posisi 6) akan membuat balapan besok menjadi tantangan besar, tapi ini Austin, segalanya bisa terjadi saat balapan.”
Hasil 10 Besar Kualifikasi MotoGP AS 2026
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update